Suara.com - Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2018 per 31 Januari 2018, menurut paparan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, memberikan indikator yang sehat. Tercatat realisasi pendapatan negara sebesar Rp101,4 triliun, belanja negara Rp138,4 triliun, dan defisit APBN sebesar Rp37,1 triliun.
"APBN kita dikelola lebih konsisten dan lebih sehat. PPh pasal 21 kita growth-nya 16,09 persen, tahun lalu hanya 5,12 persen. PPh Orang Pribadi growth-nya mencapai 33,18 persen, tahun lalu 3,92 persen. PPh Badan tahun lalu negatif 43,36 persen, tapi tahun ini 43,66 persen positif. Ini lonjakan yang luar biasa sekali," kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (20/2/2018).
Ia juga menegaskan bahwa Kemenkeu akan terus melakukan perbaikan tata kelola perpajakan.
"Sehingga tidak hanya dapat meningkatkan pajak dengan pemungutan pajak, tapi sekaligus melakukan perbaikan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Menurut Ani, sapaan akrab Sri Mulyani, realisasi penerimaan pajak pada Januari 2018 ini jauh lebih baik dibanding penerimaan sejak tahun 2015. Hal tersebut menurutnya lantaran sejak 2015 pemerintah kerap kali melakukan ijon pajak, dengan menarik pajak untuk periode Januari di Desember.
Dengan sistem itu, menurut Ani, penerimaan pajak pada awal tahun atau Januari sejak 2015 pun tumbuh negatif. Sistem ijon sendiri merupakan pemungutan setoran pajak tahun depan yang dilakukan lebih awal untuk mengamankan penerimaan.
"Dibanding 2015, Januari pertumbuhan penerimaannya negatif. Itu mungkin karena ijon. Jadi Januari mereka sudah tidak bayar lagi. Januari 2016 juga masih negatif. Kelihatan itu mengambil ijon yang sudah diambil di Desember," jelasnya.
"2017 kita sudah minta tidak ada praktek ijon, dan growth-nya 6,02 persen kalau tanpa tax amnesty. Kalau dengan tax amnesty, tumbuhnya 6,70 persen. APBN kita dikelola secara lebih konsisten dan sehat sesuai dengan prinsip kehati-hatian," tambahnya pula.
Baca Juga: Diplomasi Zaman Now Menurut Sri Mulyani
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Habiskan Malam Panjang di Ibu Kota: Intip 5 Cara Menikmati Jakarta hingga Dini Hari di PIK
-
Dari Susu Jadi Yogurt Berkualitas, Transformasi Peternak Karanglo Naik Kelas Bersama BRI
-
Dari Bibimbap hingga Jollof Rice, Ini 5 Makanan Tradisional yang Jadi Rahasia Nutrisi Atlet Elite
-
RI Kejar Dagang Thailand Tembus US$20 Miliar, Mendag: "Hambatan Harus Dihapus!"
-
Pagelaran Sabang Merauke 2026 Hadirkan Hikayat Srikandi Nusantara, Libatkan 1.700 Seniman
-
Kecelakaan Maut Tol Cipali: Anggota DPRD Tangsel Ahmad Andi Wibowo Meninggal Usai Tabrak Truk
-
Bahlil Ubah Kuota RKAB Minerba 2026, Perusahaan Setor Royalti Terbesar Diprioritaskan
-
Remember Fest x Cube Concert Siap Gebrak Jakarta dengan Nostalgia dan Inovasi
-
Hoaks atau Fakta? Polisi Klarifikasi Isu Pagar Tinggi di Mal-Mal Solo
-
Apakah Pakai Tinted Sunscreen Aman untuk Kulit Berjerawat? Simak Jawabannya di Sini!