Suara.com - Mengelola keuangan sudah menjadi kemampuan yang wajib dimiliki setiap orang, termasuk kaum perempuan. Apalagi di kehidupan rumah tangga, kebanyakan dari perempuan-lah yang mengelola keuangan rumah tangga.
Meskipun belum berumah tangga, saat ini banyak perempuan modern yang berkarier sehingga memiliki kemampuan mengelola keuangan adalah keharusan. Dengan begitu, nantinya kehidupan finansial dapat terjaga dengan baik dan sehat.
Sebagai perempuan yang cerdas, tentunya Anda harus memahami kebutuhan-kebutuhan yang dimiliki. Jangan sampai nantinya mengalami masalah keuangan yang membuat Anda tidak bisa mengatasinya.
Berikut ini ada masalah-masalah keuangan yang sering kali dialami perempuan dan cara cerdas mengantisipasinya.
Merasa Uang Sering Habis, Antisipasi dengan Buat Anggaran
Masalah yang satu ini tidak hanya sering terjadi pada perempuan, tapi juga dapat terjadi pada lelaki. Jika Anda merasa gaji selalu habis, bahkan sebelum akhir bulan tiba, sudah saatnya membuat anggaran bulanan. Anggaran bukan pembatas, tapi pedoman yang dapat mengendalikan Anda agar tidak membuat pengeluaran lebih besar daripada penghasilan.
Paling mudahnya, Anda bisa menggunakan rasio 50:20:30 untuk pembagian gaji Anda. Sisihkan 50% gaji untuk kebutuhan bulanan, 30% digunakan untuk cicilan, dan 20% untuk ditabungkan.
Tidak Punya Tujuan Keuangan, Buatlah Mulai Sekarang
Saat masih lajang, mungkin sebagian besar orang tidak terdorong untuk memiliki tujuan keuangan. Alasannya, belum banyak kebutuhan yang diperlukan. Namun, Anda juga perlu memahami bagaimana kebutuhan-kebutuhan di masa yang akan datang.
Mungkin ke depannya Anda akan mulai membutuhkan dana tambahan untuk berbagai keperluan semisal KPR, biaya nikah, kendaraan, dan lainnya. Untuk itulah, pentingnya memiliki tujuan keuangan sehingga kondisi keuangan dapat terkendali. Jadikan tujuan keuangan tersebut sebagai penyemangat dan motivasi untuk hidup hemat dan menabung.
Kemungkinan Terburuk Itu Ada, Antisipasi dengan Dana Darurat dan Asuransi
Sering kali saat bekerja dan menerima gaji setiap bulan, banyak orang yang terlena dengan kenyamanan dan keamanan mengenai kondisi keuangan. Padahal, ada banyak kemungkinan-kemungkinan tak terduga yang bisa terjadi yang membuat Anda membutuhkan banyak biaya.
Sebagai perempuan cerdas, tentunya Anda harus mulai menyisihkan pemasukan rumah sebagai dana darurat sekalipun suami dalam kondisi bekerja. Idealnya jumlah dana darurat adalah tiga kali lipat dari pemasukan yang diterima. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan asuransi guna memproteksi diri dan keluarga dari hal-hal yang tidak terduga, seperti sakit hingga kematian.
Harta Segitu Saja Nilainya, Lipatgandakan dengan Investasi
Investasi adalah pilihan yang tepat untuk masa depan dibandingkan hanya menyimpan uang dalam tabungan. Tidak dapat dimungkiri jika uang yang tersimpan dalam tabungan tidak akan membuat nilainya naik malah akan semakin berkurang.
Berbeda jika Anda mengalokasikannya dalam bentuk investasi, akan membuat nilainya semakin meningkat. Ada banyak jenis investasi yang Anda bisa pilih. Terkadang banyak orang yang bahkan salah memilih jenis investasi yang akan dilakukan.
Untuk itu, hindari jenis investasi yang hanya menjanjikan keuntungan yang tidak wajar dalam waktu singkat. Bisa jadi investasi tersebut hanya investasi bodong.
Bergantung pada Suami, Mulailah Jadi Perempuan Mandiri
Perempuan yang cerdas biasanya akan memilih memiliki pemasukan sendiri dibanding harus bergantung 100% pada suami. Saat penghasilan suami tidak bisa diandalkan untuk memenuhi semua kebutuhan rumah tangga, Anda setidaknya bisa membantu untuk menutupi kekurangan tersebut.
Untuk mendapatkan pemasukan sendiri, tak perlu menjadi wanita karier. Meskipun ibu rumah tangga, wanita tetap bisa mencari pemasukan tambahan walau hanya dari rumah. Ada bisnis-bisnis yang cocok dilakukan ibu rumah tangga, seperti bisnis online, katering, dan lainnya.
Tag
Berita Terkait
-
Studi Global: Kedekatan dengan Hewan Bantu Anak Perempuan Lebih Kreatif dan Percaya Diri
-
Akhir Kisah Meresahkan Ibu-Ibu Viral Suka Tak Bayar Makan, Kini Diboyong ke RSKD Duren Sawit
-
Doa Zakat Fitrah untuk Anak Laki-Laki dan Perempuan, Berapa yang Harus Dibayarkan?
-
Perempuan Bermukena Putih
-
Saraswati Fellowship Wisuda Angkatan Pertama: 30 Perempuan Siap Jadi Pemimpin Masa Depan
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
Terkini
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek