Suara.com - Guna mendukung program Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat bawah, Menteri BUMN Rini M. Soemarno dukung program Padat Karya Tunai (cash for work) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Sabtu, (24/03/2018). Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan tenaga kerja daerah sekaligus untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di daerah tersebut.
Dalam kunjungannya kali ini, Menteri Rini didampingi oleh Bupati Klaten Yani Sunarno, Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Wahyu Kuncoro, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Gatot Trihargo, Direktur Utama Perum Perhutani Denaldy M Mauna, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)/BRI Suprajarto, Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk/PP Tumiyana, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk/BNI Achmad Baiquni, Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Budi Rahardjo Slamet, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani, Direktur Utama PT Indah Karya (Persero) Nel Adianto, Direktur Utama PT Virama Karya (Persero) Jusarwanto, Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose, Direktur Utama PTPN IX Iryanto Hutagaol, Direktur Utama PTPN X Dwi Satryo Annurogo, Direktur PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk/BRI Kuswiyoto, Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Alexandra Askandar dan sejumlah Direktur BUMN lainnya.
Kunjungan kerja Menteri Rini di Klaten merupakan kelanjutan dari janjinya pada para Direktur Utama dalam acara Pencanangan Rangkaian Kegiatan HUT Bersama BUMN dan Kementerian BUMN pada 21 Maret lalu di Walini, Jawa Barat. Menteri Rini mengatakan akan melakukan kunjungan kerja ke daerah-daerah untuk melihat progress pelaksanaan program padat karya tunai di daerah.
“BUMN harus mengusahakan perbaikan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat melalui padat karya tunai. Melalui program padat karya tunai ini, marilah kita bantu tingkatkan kesejahteraan, kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat sekitar. Semoga kedepannya, BUMN makin kuat dan sehat sehingga bisa diwariskan ke anak, cucu, cicit kita, sehingga bisa unggul dalam persaingan global,” harap Menteri Rini.
Program padat karya tunai yang dilakukan kali ini berpusat di Desa Gondang, Desa Gunung Gajah, dan Desa Sajen. Di Desa Gunung Gajah, Menteri Rini mengunjungi pelaksanaan program padat karya tunai di masjid Al-Jihad, Kantor Desa dan Balai Pertemuan Desa Gn. Gajah, SDN I Gn. Gajah dan pengecoran jalan desa yang melibatkan kurang lebih sebanyak 500 orang. Program ini menyasar perbaikan fasilitas umum di bidang kesehatan, pendidikan, pelayanan publik dan prasarana ibadah.
Di Desa Gondang, BRI, PTPN IX, dan PTPN X menginisiasi program padat karya tunai berupa pemadatan jalan dan normalisasi saluran sungai, pemadatan jalan desa, serta normalisasi dan pembuatan talud, saluran irigasi dengan total pekerja yang diserap sebanyak kurang lebih 300 orang. Sedangkan di Desa Sajen, Bank Mandiri, PTPP, dan Jasa Raharja menginisiasi program padat karya tunai yang meliputi drainase saluran air, pengadaan penerangan jalan, pengadaan tempat sampah, perbaikan jalan desa dan pengecatan masjid Baiturrahim dengan total pekerja kurang lebih sebanyak 300 orang.
“Melalui program padat karya tunai ini, BUMN hadir untuk mendukung program Pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui pemberdayaan dan penciptaan lapangan kerja di daerah-daerah. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya beli masyarakat kelas bawah,” ujar Menteri Rini.
Berita Terkait
-
Pertamina: Investasi Terbaik Bukan Teknologi, Tapi SDM Unggul
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025
-
Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?
-
PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026
-
Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS
-
KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana
-
Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen
-
Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya
-
Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan
-
Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang
-
Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia
-
Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri
-
Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara