Suara.com - Komite resmi penyelenggara Asian Games (Indonesia Asian Games Organizing Committe) meminta agar pajak tiket Asian Games 2018 dibebaskan oleh pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, permintaan tersebut tak bisa dilakukan lantaran adanya Peraturan Daerah (Perda) yang mengharuskan penyelenggara membayar pajak 50 persen. Aturan itu tertuang dalam Pasal 42 (1) Perda Nomor 6 tahun 2010 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah.
"Kendalanya itu ada di perda yang kemarin kita sudah turunkan tim hukum untuk membedah, bagaimana bisa memberikan. Inasgoc (Penyelenggara Asian Para Games) sudah ketemu jadi pak Raja sudah ada solusinya. Buat pak Erick Thohir (Ketua Inasgoc) maksimum 50 persen," ujar Sandiaga di Balai Kota, Jakarta, Senin (21/4/2018).
Meski demikian, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu menjelaskan, dirinya ingin mencoba memberikan solusi agar tidak memberatkan kedua belah pihak.
"Tapi saya lagi challange teman-teman di DPRD temen teman yang ada di dinas, dan di Sekda (Sekretaris Daerah) maupun bironya untuk membantu karena ini Inasgoc akan berjuang untuk Asian Games di Jakarta. Jadi kami harus bisa menampilkan juga satu insentif yang baik sehingga memudahkan penyelenggaraan Asian Games," ujarnya menjelaskan.
Sementara itu, Ketua INASGOC Erick Thohir meminta Pemprov segera memutuskan perihal pajak tiket Asian Games. Pasalnya, kata Erick, Asian Games sudah masuk 89 hari.
"Tadi juga sudah sampaikan waktunya tinggal 89 hari sekarang kita harus action oriented tidak hanya planning," kata Erick.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Papua Segera Punya Kereta Api, Proyek KAI Dimulai dari Jayapura
-
Menkes Larang RS Tolak Pasien BPJS PBI Nonaktif, Singgung Reaktivasi
-
Harga BBM Terancam Naik dan Ganggu Distribusi Obat, Dampak Geopolitik Memanas
-
Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global
-
Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter
-
Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja
-
Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan
-
Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?
-
Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik
-
Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan