Suara.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tak khawatir jika tahun politik akan berdampak buruk bagi perekonomian Indonesia. Menurut Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani, kontestasi Pemilu atau Pilkda bukan sesuatu yang akan mengancam situasi ekonomi maupun investasi.
"Kalau dibilang waspada, ya enggak lah. Ini sesuatu yang normal," ujar Rosan di Jakarta, Selasa (14/8/2018).
Menurutnya Pemilu merupakan siklus lima tahunan yang rutin dilakukan. Rosan menilai, pada Pilkada serentak 2017 dan 2018 yang berjalan aman tanpa gejolak ekonomi berarti.
"Selama mindset kita normal, kita tidak perlu ketakutan menghadapi," kata Rosan.
Dia menambahkan, ekonomi global saja masih mengalami pertumbuhan positif walaupun naiknya tipis. Karena itu, pengusaha pun optimis ekonomi Indonesia masih akan tumbuh di atas 5 persen saat pilpres.
"Kita masih dipengaruhi konsumsi dalam negeri. Agar pertumbuhan ekonomi bisa naik signifikan, mulai dari sekarang kita harus genjot investasi," ujarnya.
Menurut Rosan, sudah banyak kebijakan pro investasi yang dikeluarkan pemerintah. Kalau ini berjalan baik, investasi pasti naik.
"Saat ini diperlukan harmonisaai kebijakan ini antara pemerintah pusat dan daerah. Ada kebijakan perizinan online juga jadi angin segar buat kita. Makanya kita optimis tahun depan ekonomi kita tetap stabil," kata dia.
Rosan menyebutkan, Indonesia menempati urutan ke-73 dalam peringkat kemudahan berusaha (ease of doing business/EoDB). Di sisi lain, pemerintah ingin peringkat tersebut naik menjadi peringkat ke-40.
Baca Juga: Pengusaha Yakin Asian Games 2018 Genjot Pertumbuhan Ekonomi
"Artinya, kemudahan berusaha sudah dilakukan pemerintah. Cuma, dalam praktiknya mungkin ada yang kurang tersosialisasikan. Sejauh ini pengusaha pada dasarnya menyambut baik kemudahan-kemudahan yang diberikan,’’ ujarnya.
Dia menyatakan, pengusaha sejalan dengan pemerintah yang ingin menjadikan investasi sebagai penyokong pertumbuhan ekonomi. Sebab, konsumsi rumah tangga masih rentan dengan daya beli dan inflasi. Investasi lebih riil menopang ekonomi karena mampu menyerap tenaga kerja dan mencerminkan ketahanan ekonomi yang sebenarnya.
"Kami setuju bahwa investasi harus ditingkatkan. Perizinan pasti butuh proses dan pengusaha mungkin juga masih berhitung mengenai rencana investasinya," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik