Suara.com - Ketersediaan infrastruktur akan meningkatkan kualitas hidup, mendorong pergerakan ekonomi daerah, mengurangi biaya logistik, dan memunculkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan. Atas dasar itulah, pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla terus mengejar pembangunan infrastruktur, karena bertujuan untuk mempercepat pemerataan ekonomi.
Selain pos lintas batas negara (PLBN) dan infrastruktur permukiman di perbatasan, pemerintah juga membangun jalan paralel perbatasan di Kalimantan. Hal ini sesuai dengan Nawa Cita, yaitu membangun dari pinggiran dalam rangka menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Salah satu yang tengah dikebut oleh pemerintah adalah percepatan pembangunan Trans Kalimantan, termasuk perbatasan Indonesia-Malaysia. Untuk memantau progres pembangunan jalur Trans Kalimantan ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) melaksanakan "Ekspedisi Susur Trans Kalimantan" selama lima hari, dimulai Rabu (5/9/2018) sampai Sabtu (9/9/2018).
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII Balikpapan KemenPUPR menargetkan, akses jalan perbatasan negara sepanjang 1.070 km yang tengah dibangun tersebut dapat beroperasi fungsional pada 2019.
Adapun akses jalan perbatasan yang dibangun adalah jalan yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Barat - Tiong Ohang - Long Pahangai - Long Boh - Long Nawang - Pujungan - Langap - Kemuat - Malinau - Mensalong - Sei Menggaris hingga Sei Ular.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII, Refly Ruddy Tangkere, menuturkan, ada tiga infrastruktur konektivitas yang akan disusuri. Ketiga infrastruktur yang masih dalam tahap pembangunan ini termasuk dalam proyek strategis nasional atau PSN, yakni jalan perbatasan Indonesia - Malaysia di Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur, Jembatan Pulau Balang, dan Jalan Tol Balikpapan - Samarinda.
"Ekspedisi ini dilakukan untuk mengabarkan kepada Indonesia tentang kondisi eksisting dan progres pembangunan, serta harapan masyarakat setempat," kata Refly, di Hotel Grand Tjokro Balikpapan, Selasa (4/9/2018) malam.
Ia mengungkapkan, total ruas jalan nasional pada 2015 sepanjang 7.619 km, yang terdiri dari 1.204 km di Kalimantan Selatan, 2.002 km di Kalimantan Tengah, 1.710 km di Kalimantan Timur, 585 km di Kalimantan Utara, dan di Kalimantan Barat sepanjang 2.117 km. Pada akhir 2018, seluruh fasilitas ini diharapkan sudah dapat digunakan oleh masyarakat Kalimantan.
"Kami berharap, seluruhnya tembus dan fungsional pada 2019. Sementara itu, untuk bisa dibangun sesuai standar nasional dan desain besar (grand design) hingga pengaspalan, diprediksi akan tuntas pada 2025," ujarnya.
Berita Terkait
-
Bye-Bye Macet! Mengapa Filosofi 10 Minute City Living Jadi Kunci Kualitas Hidup Modern
-
Kenaikan Ongkos Kirim di Marketplace Tak Bisa Dibendung
-
Menteri Dody: Yakin Proyek Sekolah Rakyat akan Siap untuk Tahun Ajaran Baru 2026
-
Harga Avtur Terbang 70 Persen, Tarif Kargo Udara Ikut Melambung 40 Persen
-
Pelayaran Selat Hormuz Ditutup, Biaya Logistik Terancam Melonjak
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi
-
Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan
-
Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah
-
Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO
-
Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?
-
QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat
-
India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan
-
Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?
-
Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada
-
Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%