Suara.com - Sukses besar diraih Wonderful Indonesia di Brunei Darussalam. Melalui Indonesian Tourism Table Top Sales Mission di Hotel Radisson, Bandar Seri Begawan, Wonderful Indonesia berhasil meraih 675 transaksi.
Menurut Duta Besar Indonesia untuk Brunei, Sujatmiko, transaksi itu dihasilkan dari pertemuan yang melibatkan 9 sellers dan 23 buyers. Sales mission mengangkat destinasi Bromo-Tengger-Semeru di Jawa Timur.
"Alhamdulillah, dalam acara promosi wisata setengah hari di Bandar Sri Begawan, kami dapat 675 transaksi dari 9 sellers dan 20 buyers. Transaksi itu senilai BND 360.000 (setara Rp 3.951.000.000)," tutur Sujatmiko, usai acara, Sabtu (6/10/2018).
Sebagian besar buyers berencana menawarkan paket wisata Indonesia untuk menghadapi Imlek. Di samping destinasi Jatim, buyers tertarik mengambil paket wisata destinasi Aceh, Jawa Barat dan Bali.
Indonesian Tourism Table Top Sales Mission digelar 4 Oktober lalu. Kegiatan ini melibatkan sekitar 40 agen wisata, maskapai penerbangan dan media dari Indonesia dan Brunei.
Pertemuan yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata dan KBRI Bandar Seri Begawan ini bertujuan untuk mempromosikan destinasi pariwisata Indonesia, khususnya, sepuluh Bali Baru.
“Brunei adalah pasar potensial bagi pariwisata Indonesia. Walau jumlah penduduknya lebih sedikit dibanding negara lain di Asia Tenggara, warga Brunei memiliki daya beli yang cukup tinggi. Hal ini memungkinakn karena GNP per kapitanya sebesar USD 27 ribu. Kedua negara juga memiliki kedekatan budaya dan geografis, dan karenanya, tidak ada alasan mengapa jumlah wisatawan bilateralnya rendah,” ujar Sujatmiko.
Selain mengundang Brunei untuk melakukan promosi pariwisata di Indonesia, promosi pariwisata diusahakan melalui peningkatan konektivitas antar kedua negara. Ada rencana pembukaan penerbangan langsung Brunei - Lombok dan Brunei - Pontianak, serta operasi bus wisata Pontianak - Brunei.
Selain Sujatmiko, kegiatan ini juga dihadiri Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Kementerian Pariwisata, Sumarni dan Ketua Tim Percepatan 10 Destinasi Unggulan, Kementerian Pariwisata, Hiramsyah Thaib.
Baca Juga: Jual Wisata di Selandia Baru, Booth Kemenpar Paling Besar!
“Untuk promo kali ini, kami mengangkat tema Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur). Kegiatan ini didukung dengan penerbangan langsung Bandar Seri Begawan - Surabaya, tepatnya melalui Royal Brunei Airlines,” jelas Hiramsyah.
Menurut Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Ni Wayan Giri Adnyani, pasar Brunei sangat potensial.
“Brunei merupakan pasar yang sangat potensial. Karakter wisatawannya selaras dengan destinasi di Indonesia. Jadi sangat tepat,” paparnya.
Komentar serupa dilontarkan Asisten Deputi Pengembangan Pamasaran I Regional II.
“Optimalisasi Pasar Brunei harus dilakukan, sebab potensinya memang besar. Kami akan terus menyiapkan strategi untuk menarik hati warga Brunei, khususnya Bandar Seri Begawan,” paparnya.
Kabid Pemasaran Area III pada Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II, Sapto Haryono, juga mengatakan, setelah tourism table top, Kementerian Pariwisata dan KBRI Bandar Seri Begawan juga akan mengikuti Brunei Travel Fair.
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar
-
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan
-
Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?
-
Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera
-
Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan
-
Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula
-
Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar