Suara.com - Pemerintah dinilai harus lebih aktif mendorong dan memperluas penciptaan lapangan kerja baru di Indonesia. Hal tersebut lantaran, lapangan kerja menjadi salah satu kunci utama dalam mengentaskan ketimpangan dan kemiskinan.
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance atau INDEF Drajad H Wibowo mencatat, dalam empat tahun pemerintahan Presiden Jokowi - Wakil Presiden Jusuf Kalla ini penciptaan lapangan pekerjaan masih belum maksimal.
“Penciptaan lapangan kerja itu sangat penting, bukan hanya pertumbuhan ekonomi saja yang perlu dipantau, penopang pertumbuhan ekonominya juga perlu ditingkatkan,” kata Drajad saat dihubungi Suara.com, Senin (22/10/2018).
“Kalau kita lihat dalam era Jokowi - JK itu tercipta rata-rata selama tiga tahun sekitar 2,1 juta tambahan penduduk bekerja, itu rata-rata dalam tiga tahun dari 2015-2017," Drajad menambahkan.
Idealnya, kata Drajad, rasio penciptaan lapangan pekerjaan dalam 1 persen pertumbuhan ekonomi ialah sebanyak 450 ribu penduduk kerja baru.
"Jadi berdasarkan itu kesimpulannya secara nasional adalah kinerja penciptaan lapangan kerja di era Jokowi - JK masih belum maksimal," ujarnya.
Untuk itu, Drajad mengatakan, pihaknya memberi sejumlah masukan pada pemerintahan Jokowi - JK untuk bisa meningkatkan serta memperluas penciptaan lapangan pekerjaan yang baru agar lebih optimal.
"Pemerintah Jokowi - JK lebih fokus untuk penciptaan lapangan kerja. Agar sektor ekonomi produktivitasnya naik. Kedua jangan buat aturan yang merusak penyerapan tenaga kerja," kata Drajad.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar
-
Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang
-
UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI
-
Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang
-
Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan
-
Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond
-
Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik
-
Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM
-
Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi
-
Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis