Suara.com - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago, menilai Presiden Jokowi sudah mulai muak dengan politik kebohongan yang digunakan elite partai politik di Pemilu 2019. Irma menyinggung soal tudingan tudingan dari kubu Calon Presiden nomor urut dua Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno yang menjelekkan Jokowi.
"Iya ini sebenarnya Pak Jokowi sudah mulai muak ya. Pak Jokowi kan nggak pernah komentar sebelum-sebelum ini soal omongan-omongan yang dari kubu sebelah walaupun mencaci, yang menjelek-jelekkan beliau juga," ujar Irma saat dih
Menurut Irma, sebagai calon petahana Jokowi sering mendapat tudingan dari kubu Prabowo-Sandiaga yang mengatakan tidak mampu mengurus negara. Namun Jokowi tak memperdulikan tudingan-tudingan tersebut karena ingin bekerja untuk rakyat, bukan mengabdi kepada kepuasan-kepuasan orang tertentu.
"Pak Jokowi tidak pernah peduli soal ini, Pak Jokowi dibilang nggak becus urus negara, beliau nggak peduli, beliau kerja saja terus. Karena kenapa? karena memang yang dibutuhkan pak Jokowi ya mengabdi kepada rakyat, tidak mengabdi kepada kepuasan orang-orang tertentu nah itu yang pertama," kata dia.
"Pak Jokowi itu jarang komentar untuk begitu-begitu. Nah kalau sudah sampai ngomong artinya sudah pada puncak beliau yang sudah mulai muak dengan politik kebohongan," sambungnya.
Irma menyarankan, siapapun yang hendak berkomentar atau mengkritik di muka publik harus berdasarkan data, dan bukan untuk memecah belah rakyat atau tidak membuat konflik horizontal di masyarakat.
"Ya bicara saja hal yang positif-positif kalau ada kritik nggak apa-apa, kritisi boleh, bagus, kontrol boleh tapi by data, by solusi, itu yang seharusnya dilakukan oleh elit-elit negeri ini bicara program, bicara data. Jangan bicara ada data, tapi datanya ngawur gitu loh dari mana, jadi mungkin (Pak Jokowi) muak mungkin ya lama-lama," ucap Irma.
Tak hanya itu, Irma menyebut pernyataan yang dilontarkan Jokowi adalah kritikan terhadap semua pihak untuk berbicara jujur, menghentikan penyebaran berita bohong dan harus bersaing secara sehat dan adil.
"Ini kritisi untuk semua pihak untuk mengkritisi bicara bohong, untuk menghentikan hoaks, untuk menghentikan fitnah, ya bersaing secara sehat aja, secara fair," tutur dia.
Baca Juga: Besok, Ahmad Dhani Juga Diperiksa di Kasus Ujaran Idiot
Jokowi kata Irma meminta kepada semua pihak dalam berfikir politik, harus berdasarkan NKRI dan berjiwa Pancasila serta tidak memecah belah bangsa.
"ini poin yang saya kasih tahu ya, seluruh elit politik negeri ini ya, jadi tujuan poltiknya jelas untuk mengabdi kepada rakyat bukan sekedar kekuasaan semata gitu ya, bukan karena ingin menang ya apa pun dilakukan, ya nggak boleh gitu ya. Jadi ada etika, ada moral," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Jabodetabek Hari Ini, Siap-Siap Hujan Lebat dan Angin Kencang!
-
Prabowo Panggil Menteri Airlangga Hingga Purbaya ke Istana, Ada Apa?
-
Gus Yaqut Ajukan Praperadilan, KPK Sebut Penetapan Tersangka Sudah Sesuai Aturan
-
Desak Pemerintah Bersihkan Oligarki, GMKR Tuntut Pemakzulan Gibran dan Adili Jokowi
-
Polisi Bagi-Bagi Roti dan Air di Tengah Aksi Ribuan Guru Madrasah di Depan DPR
-
Gelar Aksi, Warga Tagih Janji Ganti Rugi Lahan Flyover Pramuka Rp369 Miliar ke DPRD DKI
-
Ratusan Guru Madrasah Demo di DPR, Tuntut Kesejahteraan dan Inpres Pendidikan
-
Viral Maling Berjaket Merah Todongkan Senpi di Lenteng Agung, Polisi Buru Pelaku
-
Polisi Selidiki Dugaan Pidana Kebakaran Gudang Pestisida yang Cemari Sungai Cisadane
-
3 Langkah Taktis Dasco soal Krisis Penonaktifan BPJS PBI