Bagaimana bisa? Ketika Anda melakukan gesek tunai di merchant tertentu, sangat mungkin ini digunakan sebagai sarana untuk melakukan pencucian uang hasil kejahatan oleh pihak tertentu yang kurang bertanggung jawab. Tentunya, Anda tak mau terlibat dalam aksi tindak pidana, bukan?
6. Membatasi penggunaannya
Sebagai penguna yang cerdas, berarti Anda pun juga harus mampu mengelola penggunaan kartu kredit Anda ketika bertransaksi. Ingat kembali jika kartu kredit ini adalah kartu utang, maka jangan gunakan berlebihan. Batasi total penggunaannya tak lebih dari 30 persen pendapatan tiap bulan.
Hal ini agar ketika harus bayar tagihan, Anda tak merasa seolah bumi berguncang dan tetap bisa melunasi tagihan secara penuh. Jika penggunaannya melebihi angka 30 persen, bisa dipastikan keuangan Anda akan kacau sekali.
Tentu kebutuhan Anda dalam sebulan tak hanya untuk bayar tagihan kartu kerdit saja, bukan? Oleh karenanya, batasi penggunaannya tak lebih dari 30 persen saja.
7. Cermat dalam bertransaksi
Pernah tergiur tawaran produk dengan cicilan bunga 0%? Sekilas memang sangat menggiurkan, tetapi jangan buru-buru goyah dulu. Memang tak ada salahnya memanfaatkan cicilan 0%, tetapi jika tagihan kartu kredit sudah membengkak, bagaimana Anda bisa melunasi tagihan yang masuk nanti? Ada baiknya untuk menahan keingginan belanja, terlebih jika utang sudah menumpuk.
Keuangan Tetap Aman dengan Cerdas Bertransaksi Kartu Kredit
Sejatinya, kartu kredit merupakan alat untuk memudahkan transaksi yang pendanaannya dilakukan oleh pihak penerbit kartu kredit, bukan seperti kartu debit yang isinya memang uang milik Anda. Jadi, kurang tepat jika kartu kredit Anda gunakan untuk gesek tunai demi mendapat uang tunai, karena risiko-risiko yang akan ditimbulkan seperti di atas.
Cerdas bertransaksi akan meningkatkan kredibilitas Anda sebagai pengguna. Tetapi sebaliknya jika penggunaanya disalahgunakan, maka siap-siap saja menanggung konsekuensi buruknya di masa mendatang.
Baca juga artikel Cermati lainnya:
Lebih Untung Mana, Kartu Kredit atau Kartu Debit?
Cara Isi Pulsa Pakai Kartu Kredit
Bisa Hapus Utang! Jangan Remehkan Pentingnya Asuransi Kartu Kredit
| Published by Cermati.com |
Berita Terkait
-
Purbaya Wajibkan Bank BCA-BNI dkk Setor Data Transaksi Kartu Kredit ke DJP, Ini 27 Daftarnya
-
Tips Memainkan Resident Evil Requiem untuk Pemula, Manfaatkan Trik Cerdik!
-
Tips Aman Buka Puasa Sambil Mengemudi Mobil Tanpa Bahaya
-
Jangan Sampai Salah Langkah! Cara Jenius Nikmati Jepang Tanpa Menguras Tabungan
-
THR Cair, Saatnya Berinvestasi dan Mengamankan Masa Depan
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
DJP Garap Coretax Mobile, Bisa Dipakai di Android dan iPhone
-
Purbaya Wajibkan Bank BCA-BNI dkk Setor Data Transaksi Kartu Kredit ke DJP, Ini 27 Daftarnya
-
Purbaya Naikkan Tarif Ekspor Produk Kelapa Sawit, CPO Jadi 12,5 Persen
-
Pemerintah Guyur Insentif 300 Persen untuk Perusahaan yang Riset Semikonduktor di Dalam Negeri
-
Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip
-
IHSG Perkasa, Daftar Saham-saham yang Cuan Hari Ini
-
Purbaya Umumkan Aturan THR & Gaji ke-13 ASN-TNI-Polri, Kapan Cair?
-
Penutupan Pasar Hari Ini: IHSG Comeback ke Level 7.710, Rupiah Tertahan di Rp16.880
-
Ketegangan AS-Iran Memuncak, Aset Bitcoin 'To The Moon' dan Langsung Jadi Buruan
-
Rupiah Melemah Lagi ke Level Rp 16.905/USD, Investor Pilih Tunggu Arah Pasar