Suara.com - Presiden Joko Widodo mengaku hingga saat ini pihaknya masih terus mencari cara agar kondisi perekonomian dan defisit transaksi berjalan yang kian membengkak bisa terkendali.
Salah satu yang tengah digalakkan oleh Jokowi adalah hilirisasi dan industrialisasi. Dimana dua sektor tersebut memiliki peran penting dalam mendongkrak perekonomian.
“Utamanya hasil tambang nggak bisa lagi kirim mentah. Harus dibelokkan entah namanya nikel timah kalau nggak bisa barang jadi tapi 1/2 jadi. Batubara sekarang ini nggak dijual jutaan ton mentah. Hal ini bertujuan untuk menambah nilai perekonomian,” kata Jokowi saat berpidato dalam Forum 100 CEO di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2018).
Menurut Jokowi, para pelaku industri harus memanfaatkan perkembangan teknologi. Pasalnya, perkembangan teknologi yang ada saat ini harus dimanfaatkan untuk menambah nilai perekonomian.
“Kan sudah ada teknologi untuk batubara kelas rendah menengah jadi gas, minyak, karena tekno baru sudah berkembang kenapa kita masih mau ekspor bahan mentah seperti sekarang ini. Harus dihentikan dan berani beralih ke 1/2 jadi atau jadi,” ujarnya.
Dengan begitu, Jokowi meyakini perekonomian dan defisit transaksi berjalan bisa kembali berjalan dengan normal dibandingkan dengan sebelumnya.
Setelah tahap hilirisasi dan industrialisasi berjalan dengan baik. Upaya selanjutanya untuk menekan CAD adalah dengan memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia.
“Kami dorong pendidikan vokasi. Saya ingin 2019 besar-besaran mengubah mind set dari konsumtif produktif, penguatan kapasitas pimpinan kita dalam hadapi revolusi industri 4.0 dari kecamatan Kabupaten, Kota, Provinsi hingga pemerintah pusat harus ada penguatan kapasitas di sini,” ujarnya.
“Harus berubah cara pandang dari sektoral ke keutuhan. Nggak akan bisa lompat maju kalau cara pikir sektoral seperti yang kita lihat. Banyak bangun agen transformasi perubahan begini cepatnya,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Kemenhub Beberkan Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Boven Digoel
-
Ingin Kampung Haji Sukses, Danantara Gaet Perusahaan Arab Saudi
-
Adik Kandung Ungkap Ada Pejabat 'Telur Busuk' Dekat Presiden Prabowo
-
Tensi Panas! Menteri KKP Gerah Dengan Tuduhan Menkeu Purbaya soal Proyek Kapal
-
Sambut Ramadan, Ini 5 Tips Jitu UMKM Dongkrak Penjualan di E-commerce
-
Saham BUMI Meroket Usai 'Pertemuan Hambalang', Berapa Target Harganya?
-
Menteri Ekraf Tinjau Cek Kesehatan Driver Gojek: Targetkan 136 Juta Rakyat Sehat di 2026
-
Pergerakan Harga Perak Sepekan, Tren Positif Sejak Awal Pekan
-
Pansel Jamin Seleksi Anggota Dewan Komisioner OJK Bebas Nepotisme
-
IHSG Terus Menguat ke Level 8.200 di Sesi I, PIPA Hingga PADI ARA