Bisnis / Keuangan
Rabu, 11 Februari 2026 | 13:23 WIB
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • IHSG menguat signifikan 1,60 persen mencapai level 8.260 pada Rabu, 11 Februari 2026, didukung bursa Asia.
  • Penguatan didorong ekspektasi kebijakan moneter AS lebih akomodatif akibat data retail sales melemah.
  • Faktor domestik seperti pertemuan regulator dengan MSCI dan optimisme PDB Q1 2026 turut mendukung IHSG.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan pada sesi pertama perdagangan Rabu, 11 February 2026. IHSG naik signifikan sebesar 130 poin atau 1,60% ke level 8.260.

Berdasarkan riset Pilarmas Investindo Sekuritas, penguatan ini sejalan dengan mayoritas bursa Asia yang juga bergerak di zona hijau.

Pasar merespons ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) yang dinilai berpotensi lebih akomodatif, menyusul rilis data ekonomi yang melemah.

Data retail sales AS tercatat turun dari sebelumnya 0,6 persen menjadi 0 persen, mencerminkan perlambatan daya beli dan konsumsi masyarakat. Kondisi tersebut memicu harapan bahwa The Fed akan lebih berhati-hati dalam menentukan arah suku bunga ke depan.

IHSG melompat signifikan ke level 8.047, menguat 124 poin atau 1,57% pada Sesi I Selasa (3/2/2026). Pergerakan ini terbilang impresif mengingat IHSG sempat terseok di jalur merah pada pembukaan pagi tadi di level 7.888. Foto Rina-Suara.com

Dari China, data inflasi Januari menunjukkan angka tahunan sebesar 0,2 persen, melambat dibandingkan bulan sebelumnya 0,8 persen dan berada di bawah ekspektasi pasar 0,4 persen.

Sementara itu, Producer Price Index (PPI) masih berada di zona deflasi, turun 1,4 persen secara tahunan, meski membaik dibandingkan kontraksi 1,9 persen pada Desember.

Pasar menilai pemulihan ekonomi China masih berlangsung, namun belum merata di tengah lemahnya permintaan domestik, meskipun pemerintah setempat terus menggulirkan stimulus untuk menjaga pertumbuhan.

Dari dalam negeri, penguatan IHSG turut ditopang oleh kabar lanjutan pertemuan regulator pasar modal dengan MSCI yang dijadwalkan berlangsung hari ini.

Pertemuan tersebut dinilai menjadi sinyal komitmen regulator dalam menjaga kredibilitas dan mengembalikan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Baca Juga: Daftar Saham Milik Pengusaha Elite yang Temui Presiden Prabowo Pekan Ini

Selain itu, laju penguatan saham-saham emiten konglomerasi turut menjadi motor penggerak indeks. Optimisme pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 juga memberi sentimen positif.

Wakil Menteri Keuangan meyakini pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I mampu melampaui capaian 5,39 persen pada kuartal IV sebelumnya, didorong konsumsi saat Tahun Baru Imlek dan Ramadan serta peningkatan penyerapan tenaga kerja.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan pada sesi I ini, sebanyak 35,43 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 16,85 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,05 juta kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 556 saham bergerak naik, sedangkan 166 saham mengalami penurunan, dan 236 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, PIPA, PADI, IFSH, SKBM, GMTD, SCNO, PTRO, MINA, BIPI, BUVA, REAL.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, LION, SPRE, BLUE, CASA, KONI, HYGN, DEFI, VAST, ALKA, AMAG, CMRY.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.

Load More