- IHSG menguat signifikan 1,60 persen mencapai level 8.260 pada Rabu, 11 Februari 2026, didukung bursa Asia.
- Penguatan didorong ekspektasi kebijakan moneter AS lebih akomodatif akibat data retail sales melemah.
- Faktor domestik seperti pertemuan regulator dengan MSCI dan optimisme PDB Q1 2026 turut mendukung IHSG.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan pada sesi pertama perdagangan Rabu, 11 February 2026. IHSG naik signifikan sebesar 130 poin atau 1,60% ke level 8.260.
Berdasarkan riset Pilarmas Investindo Sekuritas, penguatan ini sejalan dengan mayoritas bursa Asia yang juga bergerak di zona hijau.
Pasar merespons ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) yang dinilai berpotensi lebih akomodatif, menyusul rilis data ekonomi yang melemah.
Data retail sales AS tercatat turun dari sebelumnya 0,6 persen menjadi 0 persen, mencerminkan perlambatan daya beli dan konsumsi masyarakat. Kondisi tersebut memicu harapan bahwa The Fed akan lebih berhati-hati dalam menentukan arah suku bunga ke depan.
Dari China, data inflasi Januari menunjukkan angka tahunan sebesar 0,2 persen, melambat dibandingkan bulan sebelumnya 0,8 persen dan berada di bawah ekspektasi pasar 0,4 persen.
Sementara itu, Producer Price Index (PPI) masih berada di zona deflasi, turun 1,4 persen secara tahunan, meski membaik dibandingkan kontraksi 1,9 persen pada Desember.
Pasar menilai pemulihan ekonomi China masih berlangsung, namun belum merata di tengah lemahnya permintaan domestik, meskipun pemerintah setempat terus menggulirkan stimulus untuk menjaga pertumbuhan.
Dari dalam negeri, penguatan IHSG turut ditopang oleh kabar lanjutan pertemuan regulator pasar modal dengan MSCI yang dijadwalkan berlangsung hari ini.
Pertemuan tersebut dinilai menjadi sinyal komitmen regulator dalam menjaga kredibilitas dan mengembalikan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
Baca Juga: Daftar Saham Milik Pengusaha Elite yang Temui Presiden Prabowo Pekan Ini
Selain itu, laju penguatan saham-saham emiten konglomerasi turut menjadi motor penggerak indeks. Optimisme pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 juga memberi sentimen positif.
Wakil Menteri Keuangan meyakini pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I mampu melampaui capaian 5,39 persen pada kuartal IV sebelumnya, didorong konsumsi saat Tahun Baru Imlek dan Ramadan serta peningkatan penyerapan tenaga kerja.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan pada sesi I ini, sebanyak 35,43 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 16,85 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,05 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 556 saham bergerak naik, sedangkan 166 saham mengalami penurunan, dan 236 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, PIPA, PADI, IFSH, SKBM, GMTD, SCNO, PTRO, MINA, BIPI, BUVA, REAL.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi
-
Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain
-
LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas
-
BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya
-
Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina
-
Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan
-
Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG
-
Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi
-
OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI
-
Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah