Suara.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga melakukan penjajakan minat pasar (market sounding) pembangunan jalan Trans Papua, dengan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha Ketersediaan Layanan/Availability Payment (KPBU-AP). Penjajakan minat pasar tersebut dilakukan di Jakarta, Rabu (28/11/2018), dengan menawarkan konstruksi dua ruas jalan Trans Papua, masing-masing Wamena - Paro dan Paro - Mumugu.
Direktur Pengembangan Jaringan Jalan (PJJ) Ditjen Bina Marga, Rachman Arief Dienaputra, mengatakan, market sounding kali ini menawarkan untuk pekerjaan pembangunan jalan. Hal tersebut berbeda dengan market sounding sebelumnya, yang untuk jenis pekerjaan pemeliharaan atau preservasi jalan.
" KPBU-AP yang pertama yang sudah kita lakukan lebih kepada proyek preservasi dan pelebaran jalan untuk Lintas Timur Sumatera di Sumatera Selatan dan Riau, yang kali ini kita pada jenis pekerjaan pembangunan jalan yang kita uji coba. Ke depan akan kita coba pada proyek jembatan. Penggantian rangka jembatan yang sudah lama seperti calender Hamilton di Pantura dan Pansela Jawa serta Lintas Timur Sumatera," jelas Arief.
Penjajakan minat pasar kali menawaran pembangunan ruas jalan Wamena - Paro sepanjang 97,6 km, dengan biaya investasi sebesar Rp1,89 triliun, dan pembangunan ruas jalan Paro - Mumugu sepanjang 136,2 km, senilai Rp2,6 triliun.
Kedua jalan tersebut direncanakan sebagai jalur utama yang dapat menghubungkan Jayapura di sisi utara sampai menuju Agats di sisi barat daya.
Dengan penerapan skema AP diharapkan ruas Wamena - Paro dan Paro - Mumugu dapat mendorong perkembangan ekonomi, khususnya di wilayah Papua. Skema ini memiliki masa konsesi selama 15 tahun dengan perincian, yang mana pada tiga tahun pertama badan usaha yang terpilih, nantinya diwajibkan membangun jalan dan 12 tahun, selanjutnya badan usaha tersebut melakukan pemeliharaan jalan.
"Dengan AP ini, infrastruktur diharapkan bisa cepat tersedia dan masyarakat bisa lebih cepat menikmati layanan tersebut, sehingga pertumbuhan ekonomi dan wilayah bisa lebih cepat terjadi," ujarnya.
KPBU-AP merupakan konsep baru penanganan jaringan jalan, dimana sebelumnya hanya ada dua skema, yaitu melalui APBN reguler dan pinjaman luar negeri. Dengan skema AP untuk jalan non-tol ini, pemerintah mempersilakan Badan Usaha untuk menyediakan layanan terlebih dahulu, dengan spesifikasi dan aturan yang telah ditentukan pada awal, untuk kemudian pemerintah melakukan pembayarannya, secara menyicil.
"Konsepnya, tiga tahun pertama Badan Usaha akan membangun jalan, 12 tahun kemudian tugas Kementerian PUPR dengan dukungan Kementerian Keuangan, untuk melakukan pembayaran terhadap investasi yang yang sudah dilakukan Badan Usaha," tambahnya .
Baca Juga: Kementrian PUPR Investigasi Jalur Puncak yang Retak
"Karena kalau dengan APBN yang biasa untuk pembangunan yang besar seperti ini, kita akan sulit dibangun dalam waktu singkat," sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama, Arief juga menyampaikan informasi perkembangan pelaksanaan market sounding yang pertama, yang menawarkan dua paket preservasi jalan masing-masing di Sumsel dan Riau. Arief mengatakan, saat ini prosesnya sudah melewati fase prakualifikasi.
Adapun dari hasil prakualifikasi tersebut, Ditjen Bina Marga tengah melakukan penajaman-penajaman dari segi harga terhadap nilai proyek.
"Ini sudah mendekati final. Kita perkirakan, pada minggu kedua Desember sudah bisa kita lakukan lelangnya," ujar Direktur PJJ.
Sebagai informasi, pada Februari lalu, Ditjen Bina Marga melakukan penjajakan minat pasar skema KPBU-AP untuk paket preservasi jalan nasional di Riau sepanjang 43 km, dengan biaya investasi Rp882 miliar, dan jalan nasional di Sumsel sepanjang 30 km dengan nilai investasi Rp1,97 triliun.
Berita Terkait
-
Jembatan Krueng Tingkeum Dibuka, Aktivitas Ekonomi Bireuen Mulai Bangkit
-
Diguyur Hujan Deras, Longsor Tutup Ruas Jalan Trans Nabire Hingga 30 Meter
-
Danramil Aradide Tewas dengan Luka Sabetan di Belakang Kepala, Diduga Dibunuh OPM Pimpinan Matias Gobay
-
Hadapi Libur Nataru, Kementerian PUPR Lakukan Penambahan Ruas Jalan
-
Ditjen Bina Marga Adakan Lomba Video Story Telling, Total Hadiah Rp30 Juta!
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon
-
Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel
-
Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini
-
Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?
-
RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital
-
Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri
-
Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga
-
Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?