Suara.com - Para ahli statistik menyebut bentuk dan ukuran sejumlah produk di Inggris menyusut, di antaranya ukuran cokelat batangan, tisu toilet, dan sereal.
Menurut data Kantor Statistik Nasional Inggris, antara 2015-2017 sebanyak 206 produk ukurannya menyusut. Sedangkan, hanya 79 produk yang ukuran dan bentuknya diperbesar.
Beberapa warga Inggris menyalahkan penurunan nilai tukar poundsterling dan peningkatan biaya impor setelah referendum Brexit Juni 2016 untuk mengurangi ukuran produk. Produk yang mengalami penyusutan adalah coklat Toblerone.
Akan tetapi, Kantor Statistik Nasional Inggris menyebut bahwa tak ada bukti yang menyebut Brexit penyebab penyusutan ukuran produk.
"Tidak ada tren dalam frekuensi perubahan ukuran selama periode ini, yang termasuk referendum Uni Eropa," demikian badan statistik menyimpulkan.
Produsen Toblerone juga selalu membantah Brexit adalah alasan untuk penyusutan ukuran.
Produk makanan berubah ukuran paling sering, terutama sereal, daging, dan gula-gula - tetapi tisu toilet, popok, tisu, dan cairan pencuci juga terpengaruh.
Saat ini, penjual eceran jarang menaikan harga produk, sehingga hal tersebut membuat ukuran bentuk beberapa produk menyusut.
Pabrik-pabrik Inggris telah berada di bawah tekanan dari otoritas kesehatan masyarakat untuk mengurangi kalori dan gula dalam produk mereka selama beberapa tahun.
Baca Juga: Bangga Jadi PPSU, Gadis Cantik Ini Tak Malu Sapu Jalan
Confectioners setuju pada tahun 2014 untuk mengurangi ukuran cokelat satu porsi sehingga mengandung tidak lebih dari 250 kalori. Pengenaan pajak gula baru tahun lalu menyebabkan Coca-Cola dan minuman ringan lainnya dijual dalam botol yang lebih kecil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
OJK Ungkap Kejahatan di BPR Panca Dana: Kredit Fiktif dan Pencairan Deposito Nasabah
-
Diduga Lakukan Penipuan Kripto, Bisnis AMG Pantheon Ditutup Paksa
-
Bantah Dokumen Perjanjian Tarif Resiprokal, Haikal Hasan: Produk Impor AS Wajib Sertifikat Halal
-
Menteri PKP Buka Peluang Integrasikan Program Gentengisasi dengan Bantuan Perumahan
-
APBN Tekor Rp 695,1 T, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Aman: Lebih Jago dari Malaysia & Vietnam
-
Dukung Dasco soal Tunda Impor Mobil Pikap India, Kadin: Nanti Jadi Bangkai
-
Purbaya Perpanjang Dana SAL Rp 200 T hingga 6 Bulan: Bank Tak Perlu Khawatir!
-
OJK Tabuh Genderang Perang! Influencer Saham 'Nakal' Terancam Sanksi Berat
-
Perang Cashback Ramadan 2026 Memanas, Platform Adu Strategi Gaet Pengguna
-
Heboh Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pick-Up India Buat Kopdes Merah Putih, Istana Irit Bicara