Suara.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menargetkan Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai pusat ekonomi halal di dunia. Saat ini peringkat pertama masih diduduki oleh negara tetangga, Malaysia.
Sandiaga menjelaskan, bahwa dalam Global Islamic Economy Index, Indonesia masih menduduki peringkat 10. Apabila dirinya bersama Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto terpilih nanti, Sandiaga menargetkan di awal tahun pemerintahannya Indonesia bisa menembus lima besar.
"Kita tegaskan di bawah Prabowo-Sandiaga, tahun pertama kita masuk lima besar. Di tahun berikutnya kita akan kalahkan Malaysia. Harus bisa. Sanggup? Mau? Are you ready?," kata Sandiaga saat berpidato di acara diskusi dialog 'Inisiatif Indonesia Menang, Pusat Ekonomi Halal Dunia' di Sangga Buana, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2019).
Yang menjadi dorongan untuk mencapai target tersebut ialah dengan memperkuat Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di Indonesia.
Menurutnya pemerintah harus tegas dalam memihak kepada industri-industri halal. Dirinya membandingkan dengan Malaysia di mana proses pembuatan sertifikasi halal di sana tidak perlu memakan waktu yang sangat lama.
"Harus ada pemerintahan yang kuat dan tegas untuk menyatakan industri halal, ini prioritas kita. Oleh karena itu kemudahan harus diberikan pada UMKM dan kewirausahaan," pungkasnya.
Sebelum berdialog dengan masyarakat, Sandiaga sempat mencoba madu Babeh Idin, pemilik Sangga Buana yang mulai membuka usaha dengan membudidayakan lebah untuk mendapatkan lebah dengan kualitas yang bagus. Selain madu, dirinya juga sempat mencicipi kopi khas Lampung.
Berita Terkait
-
Tak Berizin, Ketua Seknas Prabowo - Sandiaga Tak Bisa Jenguk Ahmad Dhani
-
Viral #YangGajiKamuSiapa, Tim Prabowo Duga Rudiantara Langgar Pidana Pemilu
-
Penjelasan Ketua Gerindra Sukabumi Soal Keributan Usai Acara Sandiaga Uno
-
Kader Gerindra Sukabumi Laporkan Balik Panitia Acara Sandiaga Uno
-
Dilarang Masuk Tonton Sandiaga Uno, Kader Gerindra Keroyok Panitia
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Bangun Kepercayaan Investor, OJK Perkuat Governance Industri Keuangan melalui RGS 2026
-
Kentang hingga Wortel Lokal Siap Masuk Dapur MBG, Pendapatan Petani Lokal Berpotensi Naik
-
Komisi IV DPR Bersama Bulog Dorong Peningkatan Kesejahteraan Petani Klaten
-
Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas
-
Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN
-
OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum
-
Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel
-
Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah
-
Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT
-
Masa Depan Koperasi di Era Digital Kini di Tangan Gen Z