Suara.com - Salah satu kader Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi, Denden, melaporkan balik Muhamad Saiful Hadi ke polisi. Hadi diketahui adalah panitia acara Cawapres Sandiaga Uno di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi beberapa waktu lalu.
Kepada sejumlah awak media, Hadi sebelumnya mengaku jadi korban pengeroyokan di Kantor DPC Gerindra Kabupaten Sukabumi.
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara mengatakan, Denden terlibat perkelahian dengan Hadi. Yudha pun mengklarifikasi kabar soal pengeroyokan yang disampaikan Hadi ke sejumlah media.
"Karena ini negara hukum, saudara Denden pun merasa keberatan. Maka Denden ikut melaksanakan upaya hukum dan membuat pelaporan tentang perkelahian yang terjadi. Begitu pun dengan saudara Hadi," ujar Yudha kepada awak media di Mapolres Sukabumi Kota, seperti dikutip dari Sukabumiupdate, Kamis (31/1/2019) malam.
Menurut Yudha, bahwa kabar yang disampaikan Hadi (soal pengeroyokan) adalah tidak benar. Di mana yang terjadi adalah perkelahian satu lawan satu.
Pihaknya kini menyerahkan semua proses hukum kasus tersebut kepada polisi untuk ditindaklanjuti. Soal pengakuan Hadi yang terlanjur diberitakan beberapa media, Yudha berencana melayangkan somasi.
"Saya sebetulnya dari awal tidak berpikir merasa dirugikan. Kami akan lanjutkan upaya hukum ini besok (Jumat hari ini)," ujarnya.
Di sisi lain, Yudha menyebut Denden mengalami luka cukup parah disertai muntah-muntah.
Baca Juga: 3 Orang Tewas Tertimbun Longsor di Bengkayang Kalimantan Barat
"Kami di sini mengedepankan korban dulu, ini merupakan upaya hukum pribadinya," imbuhnya.
Ia menerangkan, pihaknya sudah berupaya melakukan pelaporan dan upaya hukum sejak Kamis siang. Namun karena menurutnya kondisi di lingkungan Polres Sukabumi saat itu tidak kondusif, pihaknya menunggu untuk mendatangi kepolisian pada malam hari.
"Jadi kami menunggu, jangan sampai ada gesekan yang tidak diinginkan," ucapnya.
Ia berharap, kejadian tersebut tidak menjadi konsumsi publik yang dibesar-besarkan. Yudha mengaku sedih melihat kejadian tersebut.
"Ini perkelahian. Ini ranah pribadi antar pribadi. Tidak ada unsur partai dan tidak ada unsur politik, atau unsur lain," pungkasnya.
Sumber: Sukabumiupdate.com
Berita Terkait
-
Dilarang Masuk Tonton Sandiaga Uno, Kader Gerindra Keroyok Panitia
-
Terima Sumbangan Rp 99,7 M, Ini Rincian Sumber Pendanaan Prabowo-Sandiaga
-
Usai Debat Pilpres, Prabowo - Sandiaga Dapat Sumbangan Rp 246 Juta
-
Datangi IGD, Gadis Remaja Buat Heboh Rumah Sakit karena Minta Disuntik Mati
-
Pose 3 Jari Dul Jaelani saat Jenguk Ahmad Dhani di Cipinang, Apa Maksudnya?
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif