Suara.com - Berbagai upaya dilakukan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendongkrak produksi padi, jagung, dan kedelai (pajale). Upaya itu dilakukan mulai dari memberikan bantuan sarana maupun prasarana sampai pendampingan pada para petani untuk menghasilkan produksi dengan baik.
Salah satu keberhasilan program pemerintah terlihat saat panen jagung di Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (25/2/2019) pagi. Panen ini disambut dengan rasa syukur dan suka cita oleh masyarakat setempat.
Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Mulyadi Hendiawan, Wakil Bupati Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Abdul Rachman, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang, Budiar, perwakilan Dandim 0818, Kepala Desa Sindurejo dan warga masyarakat sekitar.
Berdasarkan data, lahan panen perdana jagung di Desa Sindurejo seluas 200 ha, sedangkan lahan yang ditanami jagung di Kecamatan Gedangan seluas 2000 ha. Pada panen jagung ini, Ditjen PSP memberi bantuan berupa hand traktor, hand sprayer dan ganclong.
Pada kesempatan tersebut, Mulyadi mengatakan bersyukur, walaupun lahannya tidak begitu subur, tetapi petani jagung di sini bisa menanam jagung dengan baik. Produksinya juga bagus, sehingga hampir seluruh wilayah di pegunungan yang ditanami bisa dipanen.
"Artinya, kita harus mengapresiasi mereka, bahwa mereka luar biasa. Bertanam dengan bagus, produksi dengan bagus dan hasilnya juga luar biasa bagus," kata Mulyadi.
"Harga juga tidak jadi persoalan. Hampir seluruhnya di atas harga inpres dan pasarnya juga banyak. Saya lihat petani di sini sudah bekerja dengan bagus. Pemerintah berterima kasih atas kehebatan petani Jawa Timur, sehingga kawasan ini menjadi salah satu lumbung jagung terbesar di Indonesia," tambahnya.
Ketika ditanya bantuan apa saja yang sudah diberikan pemerintah kepada petani di Desa Sindurejo, Mulyadi menuturkan, bantuan dari Ditjen PSP sudah banyak disalurkan lewat rehabilitasi jaringan irigasi. Selain itu ada juga traktor, pompa, tranplater, hand sprayer dan kompliter sudah disalurkan dengan baik.
"Tinggal sekarang, kita melakukan pendampingan dan pengawalan supaya harga tidak jatuh. Dengan demikian, petani mendapatkan harga yang bagus dan bisa bertanam dengan baik," kata Mulyadi.
Baca Juga: Kementan: Kartu Tani Jadi Syarat Pembelian Pupuk Bersubsidi
Ditanya tentang target pemerintah, khususnya Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian terhadap komoditas jagung, Mulyadi menuturkan, target tahun 2018 mencapai hampir 3 juta ton untuk seluruh Indonesia.
"Tahun 2019 ini mungkin kita targetkan sekitar 3,3 juta ton, dan itu sekarang meliputi daerah Gorontalo, Sulawesi Utara, daerah daerah sentral Jawa Tengah, Jawa Timur," kata Mulyadi.
"Kita berharap bisa memenuhi seluruh kebutuhan, dan bahkan kita bisa ekspor. Pak Menteri sudah mencanangkan akan ekspor ke Filipina dan Malaysia. Sekarang ini panen luar biasa serentak di daerah Jawa dan luar Jawa," ujar Mulyadi
Berita Terkait
-
Harga Tembus Rp100 Ribu di Ramadan, Kementan Guyur 1,7 Ton Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati
-
Pelanggaran Disiplin ASN, Kementan: Penanganan Indah Megahwati Mengacu pada Peraturan yang Berlaku
-
Pemerintah Diminta Waspadai El Nino, Produksi Padi Terancam Turun
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Awas! Ada 4 Bakteri Berbahaya di Bawang Bombai Ilegal
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Target Pasar Global, Pertamina Bangun Ekosistem SAF Terverifikasi Internasional
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
HPE Maret 2026: Harga Konsentrat Tembaga Turun, Emas Justru Menanjak
-
Alasan Dibalik Dibalik Rencana Stop Ekspor Timah
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek