Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penumpang domestik angkutan udara pada Januari 2019 mencapai 6,66 juta penumpang. Angka itu, turun 16,07 persen dibandingkan bulan Desember 2018.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti mengatakan, penurunan jumlah penumpang tersebut karena adanya peralihan masyarakat dari angkutan udara ke angkutan darat.
Hal ini disebabkan karena adanya Tol Trans Jawa yang menyambungkan Jakarta-Surabaya.
"Dengan adanya tol yang langsung Jakarta-Surabaya itu membuka peluang angkutan darat masih ada kenaikan. Jadi beralih ke angkutan darat apalagi ada tol Jakarta-Surabaya," Kata Yunita di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019).
Selain itu, Yunita melanjutkan, penetapan bagasi berbayar juga membuat para penumpang beralih ke jalur darat.
Tidak hanya itu, kenaikan tarif tiket pesawat yang juga masih terjadi membuat pesawat sepi penumpang. BPS mencatat andil inflasi dari tiket pesawat pada Januari tercatat sebesar 0,02 persen.
"Kalau kita mundur lagi Desember 2018 andil udara 0,19 persen, November 2018 0,05 persen. Jadi dari November-Desember naik tinggi angkutan udara, berlanjut ke Januari 0,02 persen. Dan Februari masih naik juga tetapi kecil, hampir sama lah dengan Januari," jelas dia.
Meski demikian, penurunan ini juga memang sudah menjadi pola musiman, karena pada Desember 2018 merupakan puncaknya penumpang angkutan udara.
"Jadi penurunan ini pola musiman sebetulnya karena di Desember sudah mengalami kenaikan sehingga di Januarinya turun," pungkas dia.
Baca Juga: Garuda Indonesia Turunkan Harga Tiket Jakarta - Padang, Coba Cek
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi
-
Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain
-
LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas
-
BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya
-
Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina
-
Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan
-
Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG
-
Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi
-
OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI
-
Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah