Suara.com - Di tangan Yuyud Wahyudi (35) limbah kayu bisa disulap menjadi berbagai jenis bingkai kacamata dengan harga jual yang cukup tinggi.
Dibantu satu orang temannya bernama David, Yuyud memberanikan diri untuk membuka usaha bingkai kacamata bernama Urat Kayu.
Untuk membuat bingkai kaca mata tidak membutuhkan modal yang besar, hanya memanfaatkan limbah kayu yang diambil secara gratis dari pengrajin mebel disekitar rumahnya.
Limbah kayu yang digunakan cukup mudah, seperti limbah kayu jati landa dan kayu sonokeling. Kedua jenis limbah kayu tersebut menurutnya ringan dan seratnya cukup halus.
Bingkai kacamata buatannya ini memiliki ciri khas bila dibandingkan kacamata yang lain. Bobotnya lebih ringan dan bisa dikreasikan sedemikian rupa untuk menarik minat calon pembeli.
"Awalnya melihat tumpukan kayu palet yang tidak digunakan dan banyak tukang sampah yang minta kayu dibuang dari perumahan. Kalau plastik bisa dijual kalau kayu tidak, awalnya dari situ," ujar Yuyud saat ditemui Suara.com.
Kacamata Urat Kayu sendiri dibandrol mulai harga Rp 250.000 - Rp 700.000. Harga tersebut sudah termasuk dengan lensa untuk kacamata lifestyle maupun kacamata baca.
Nama Urat Kayu sendiri lahir dari serat kayu, namun ia mengisyaratkan sebagai Urat Kayu. Yuyud mengaku baru memulai usaha mengolah limbah kayu menjadi bingkai kacamata selama dua bulan terakhir.
"Urat kayu seperti istilah kalau kita urat itu sama seperti urat jadi secara tidak langsung kepikiran namain Urat Kayu," tambahnya.
Baca Juga: Bukan Gaya, Dokter Ungkap Alasan Pakai Kacamata Hitam di Luar Ruangan
Tempat pembuatan bingkai kacamata ini berada di Jalan Salak 8 RT 01 RW 03 No.20 Desa Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan.
Di lahan dengan seluas 2 meter x 5 meter, Yuyud bisa mengolah dua bingkai kacamata dalam sehari. Untuk membuat bingkai kacamata, alat yang digunakan cukup sederhana dari mesin pola dan mesin penghalus hasil dari modifikasinya sendiri.
Menurutnya, sejak dua bulan terakhir, produknya mendapatkan respon positif dari masyarakat. Ia bisa menjual dua sampai tiga bingkai kacamata dalam satu minggu.
Untuk memasarkan hasil karyanya Yuyud mengandalkan jejaring sosial media seperti Instagram. Dalam satu bulan terakhir Yuyud mampu menjual 25 bingkai kacamata.
Model bingkai kacamata yang paling laku yakni jenis kacamata baca. Pelanggan bisa memesan sesuai keinginan dan harga menyesuaikan dari tingkat kesulitannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia
-
Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026
-
Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi
-
Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?
-
Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan
-
Transaksi Kripto Naik di Mei 2026
-
Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG
-
Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak
-
PNM Raih Penghargaan atas Komitmen Perkuat Ekonomi Syariah Masyarakat Akar Rumput
-
Pulihkan Harapan Masyarakat, Brantas Abipraya Dukung Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera