Suara.com - Menteri BUMN Rini Soemarno berencana membuat perusahaan holding yang akan menaungi sektor penerbangan.
Pihaknya saat ini sedang melakukan analisis pembangunan perusahaan holding bagi BUMN sektor penerbangan seperti Angkasa Pura 1, Angkasa Pura 2, dan maskapai Garuda Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan setelah melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan gedung pelayanan angkatan moda terpadu dan revitalisasi sub terminal 1C dan 2F yang dilakukan PT Angkasa Pura II.
"Kami sedang menganalisis. Mau membuat perusahaan holding yang membawahi AP I, AP II dan juga operasi transportasi yang lain seperti yang Garuda," ujar Rini Soemarno di Bandara Soekarno Hatta, Jumat (5/4/2019).
Menteri mencontohkan perusahaan holding yang dibangun seperti yang sudah ada seperti Inalum holding. Diketahui, Inalum holding sebagai perusahaan holding BUMN yang bergerak di bidang pertambangan industri peleburan aluminium.
Menteri Rini menegaskan, saat ini holding penerbangan yang akan menaungi Angkasa Pura 1 dan 2 serta maskapai penerbangan Garuda Indonesia masih dalam tahap pengkajian.
"Itu masih dalam pengkajian," terangnya.
Berita Terkait
-
Groundbreaking Proyek Bandara Soetta, Menteri BUMN Merasa Bangga
-
Menhub Ingatkan Garuda dan Lion Tak Berikan Harga Tiket Seenaknya
-
Garuda Indonesia Luncurkan Fitur Hiburan Berbasis Teknologi VR
-
Upaya Tipu Muslihat Garuda Perdayai Masyarakat Indonesia
-
Harga Tiket Pesawat Masih Tinggi, Saham Garuda Indonesia Anjlok
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru