Suara.com - Peternak ayam petelur di wilayah Kabupaten Blitar mengimbau pemerintah agar tidak melanjutkan operasi pasar terkait kenaikan harga telur di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (Putera) Blitar, Sukarman, mengatakan, operasi pasar ketika harga telur masih belum terlalu tinggi dikhawatirkan akan merugikan peternak jika kemudian operasi pasar direspon dengan turunnya harga telur secara drastis.
“Harga di tingkat peternak untuk hari ini di Blitar dan sekitarnya adalah Rp 19.600 per kilogram. Seharusnya pemerintah mencari penyebab harga tinggi di Jakarta itu apa, karena harga di peternak rendah, kok di pasar di Jakarta tinggi,” ujar Sukarman kepada Suara.com, Rabu (8/5/2019).
Hal tersebut dia sampaikan menyikapi operasi pasar oleh Kementerian Pertanian terkait kenaikan harga telur di Jakarta dan sekitarnya.
Menurut Sukarman, seharusnya pemerintah lebih tepat mengambil langkah dengan terlebih dulu melakukan pengecekan harga telur di tingkat peternak.
“Kami tidak tahu kenapa di Jakarta mahal, tapi kalau di peternak rendah. Apa harga mahal di Jakarta karena broker yang bermain? Seharusnya pemerintah lebih tahu,” tegasnya.
Sukarman mengatakan, jika harga di peternak saat ini sudah rendah kemudian pemerintah melakukan operasi pasar dengan menggelontorkan telur murah ke pasaran, dampaknya bisa sangat merugikan peternak jika direspon pasar dengan harga rendah.
“Nanti di tingkat peternak bisa turun lagi dari harga saat ini. Kalau sudah begitu, peternak pasti akan merugi,” jelasnya.
Sukarman mengatakan harga telur di tingkat peternak di Blitar dan sekitarnya stabil di kisaran harga Rp 19 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram lantaran harga pakan ternak yaitu jagung, bekatul, dan konsentrat memang stabil.
Baca Juga: Operasi Pasar Ramadan, Kementan Distribusikan Telur di 7 Pasar di Jakarta
Harga jagung, lanjut Sukarman, stabil di harga Rp 4.200 per kilogram sampai di kandang ayam milik peternak. Sedangkan harga konsentrat yang sangat rentan terhadap perubahan kurs rupiah, lanjutnya, juga stabil lantaran rupiah juga stabil dan justru cenderung menguat.
Di wilayah Kabupaten Blitar terdapat sekitar 4.420 peternak dengan jumlah produksi telur segar di kisaran 900 ton hingga 1.200 ton per hari. Di tingkat nasional, Blitar mengkontribusi antara 30 persen hingga 40 persen total produksi telur nasional.
Guna memenuhi kebutuhan pakan ternak, Blitar tiap hari membutuhkan sekitar 1.250 ton, konsentrat sekitar 850 ton, dan bekatul sekitar 400 ton.
Kontributor : Agus H
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Perbaikan Jalan Rusak di Jalur Mudik Dilakukan Minimal 10 Hari Sebelum Lebaran
-
Menteri Perdagangan Kejar Menteri Desa, Minta Penjelasan tentang Pembatasan Alfamart dan Indomaret
-
Menkeu Purbaya: Belum Ada Anggota DPR Ikut Seleksi OJK
-
Kemenkeu Ungkap MBG Sudah Serap Anggaran Rp 36,6 Triliun per 21 Februari
-
Bea Cukai Tindak 249 Juta Rokok Ilegal di Januari 2026
-
Alfamart-Indomaret Dominasi, Menkop: Aturannya Ada di Daerah
-
Bibit Abal-abal Ancam Masa Depan Sawit Rakyat
-
Tak Sekadar Renovasi, Pemerintah Sulap Kampung Kumuh Jadi Pusat Ekonomi Warga
-
Bos Agrinas Pangan Siap Menghadap Dasco, Terangkan Maksud Impor Pikap
-
Penerimaan Bea Cukai Anjlok 14% Jadi Rp 22,6 Triliun di Januari 2026