Suara.com - Demi memberikan keuntungan bagi para petani dan mereka tak khawatir gagal panen, Kementerian Pertanian (Kementan) akan terus mensosialisasikan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, hanya dengan mengeluarkan uang setara sebungkus rokok, petani tidak perlu lagi khawatir dengan bencana alam yang mengancam tanaman dan lahannya.
Sarwo Edhy menjelaskan, per musim tanam, petani hanya dituntut mengeluarkan uang Rp 36 ribu atau sekitar 20 persen per hektare dari Rp 180 ribu. Selebihnya, Rp 144 ribu atau sekitar 80 persen ditanggung pemerintah.
"Jika suatu saat nanti, lahan sawah petani terkena banjir, kekeringan, serangan organisma pengganggu tanaman (OPT) dan sawahnya rusak 75 persen per petak alami, akan kami ganti Rp 6 juta per hektare per musim tanam," ujarnya, Jakarta, Selasa (21/5/2019).
Sarwo Edhy menjelaskan, tujuan dari asuransi tersebut adalah untuk memberikan semangat kepada para petani agar tidak khawatir bila terjadi bencana. Dengan nilai pertanggungan itu, petani bisa kembali bercocok tanam.
Selain AUTP, Kementan juga membuat Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) dengan premi Rp 200 ribu per ekor. Peternak mengeluarkan uang Rp 40 ribu, atau sekitar 20 persen, dan selebihnya Rp 180 ribu, atau 80 persen ditanggung pemerintah.
"Nilai pertanggungan kalau mati yang disebabkan mati saat beranak, mati karena penyakit, dan mati karena kecelakaan adalah Rp 10 juta per ekor. Kalau hilang karena kecurian, dapat Rp 7 juta per ekor. Mudah-mudahan petani kita bisa lebih memanfaatkan program asuransi yang sangat baik ini," ujar Sarwo Edhy.
"Semoga petani semakin memanfaatkan peluang yang di sodorkan Kementan, dari budi daya hingga asuransi padi dan ternak sapi atau kerbau," sambungnya.
Menurutnya, klaim AUTP pada 2015 ada 3.492 hektare, 2016 ada 11.107 hektare, 2017 naik lagi 25.028 hektare dan 2018 ada 10.754 hektare.
"Ini luar biasa. Tinggal dikalikan saja. Untuk padi dikali Rp 6 juta, untuk sapi Rp 10 juta," ujar Sarwo Edhy.
Baca Juga: Pengamat Menilai Asuransi Usaha Tanaman Padi dari Kementan Berhasil Baik
Kementan memprogramkan AUTP untuk 2019, sekitar satu juta hektare, dengan realisasi hingga saat ini sekitar 76.702 hektare. Presentasenya 7,67 persen dari pagu anggaran Rp 146 miliar, kemudian real bantuan premi Rp 2.820.761.280 atau 19.588,62 hektare.
Untuk AUTS dan kerbau mengalami peningkatan. Pada 2016 hanya 20 ribu ekor, pada 2017 sekitar 92 ribu ekor, dan pada 2018 sebanyak 88.673 ekor. Kemudian klaim pada 2016 ada 697 ekor, pada 2017 ada 3.470 ekor, dan pada 2018 ada 1.736 ekor.
Perkembangan AUTS target di 2019 ini sekitar 120 ribu ekor, realisasi polis ada 7.553 ekor pagu anggaran Rp 19,2 miliar, dan bantuan premi kurang lebih Rp 1,1 miliar atau 80 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim