Suara.com - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) meningkatkan pelatihan bagi aparatur pembina dan pendamping koperasi, terkait masih terjadinya praktik rentenir berkedok koperasi atau munculnya koperasi bodong dengan penawaran investasi ilegal. Kemenkop dan UKM memandang, pemahaman akan perkoperasian dari para aparatur yang bertugas di lapangan dapat mencegah praktik ilegal yang dilakukan oleh koperasi.
Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Kemenkop dan UKM, Rulli Nuryanto mengatakan, tindakan pencegahan melalui pelatihan sangat perlu,, sebab para pembina dan pendamping adalah pihak yang langsung berhubungan dengan pelaku koperasi.
"Pelatihan ini sebagai tindakan preventif untuk memberi edukasi terkait pengelolaan koperasi yang benar. Jika pembina dan pendamping sudah paham, maka mereka dapat membagikan ilmu yang diterimanya kepada koperasi di wilayah kerjanya," kata Rulli, saat membuka Pelatihan Perkoperasian Bagi Aparatur Pembina, Pendamping dan Pekerja Film, di Denpasar, Bali.
Pemahaman yang baik terhadap perkoperasian, dengan sendirinya memberi tanggung jawab bagi pengurus untuk mengelola koperasi secara benar dan sehat. Koperasi juga akan lebih hati-hati menjalankan usaha yang tidak sesuai dengan aturan koperasi.
Di samping itu, ketika koperasi bertindak di luar aturan, maka masyarakat dapat memproteksi diirnya.
"Misalnya ada penawaran investasi dengan imbal hasil yang tinggi, menawarkan pinjaman dengan syarat yang mudah, meski tidak menjadi anggota, masyarakat tidak mudah tergiur," kata Rulli.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM I Provinsi Bali, Gede Indra Dewa Putra mengatakan, kasus koperasi bodong di Bali, yang sempat marak tahun lalu merupakan pelajaran untuk memperkuat pengetahuan akan perkoperasian. Kasus tersebut cukup merugikan citra koperasi di Bali, dan masyarakat menjadi korban.
Kasus itu menggunakan modus penawaran investasi dengan imbal hasil tinggi oleh lembaga yang tidak berbadan hukum koperasi, namun menggunakan nama koperasi.
"Pelatihan ini akan mendorong pembina dan pendamping cepat merespons jika terjadi masalah," kata Indra.
Baca Juga: Kemenkop dan UKM : Pemda Sebaiknya Beri Dukungan pada UKM
Ia berharap, hasil pelatihan akan memberi dampak nyata, selain sebagai edukasi, termasuk meningkatkan kinerja koperasi.
Bali disebutnya sebagai provinsi yang perkembangan koperasinya cukup baik. Jumlah koperasi mencapai 4992, dengan keanggotaan lebih dari 1 juta orang. Dia mengatakan, lebih dari 50 persen penduduk dewasa Bali merupakan anggota koperasi.
Dengan jumlah itu, volume usaha mencapai Rp 13,5 triliun. Volume usaha tersebut harus ditingkatkan dengan partisipasi anggota yang tinggi dan inovasi usaha.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Rupiah Kian Terpuruk ke Level Rp 17.143/USD
-
Utang Rp 1 Juta Tak Masuk SLIK, Solusi Akses KPR atau Ancaman Kredit Macet?
-
Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta
-
Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia
-
Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!
-
Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?
-
Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal
-
Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok
-
Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog
-
IHSG Masih di Zona Hijau Pada Sesi I, 447 Saham Melesat