Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada bulan Mei 2019 terjadi inflasi 0,68 persen. Dilihat dari statistik inflasi pada Mei 2019 ini lebih tinggi dibandingkan Mei 2018 dan 2017 yang sebesar 0,39 persen dan 0,21 persen.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, tingginya inflasi pada bulan Mei 2019 ini karena perbedaan situasi bulan Ramadan.
Dia menerangkan, pada tahun 2017 dan 2018 Ramadannya jatuh pada 25 Mei dan 15 Juni, sehingga inflasinya terbagi dua antara bulan Mei hingga Juni.
"Sehingga Ramadan di Bulan Mei ini, maka kenaikan harganya akan menumpuk di Mei. Kemungkinan besar di Juninya rendah, jadi situasinya agak berbeda," kata Suhariyanto di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (10/6/2019).
Sementara itu, dilihat dari tahun ke tahun (yoy), menurut pria yang akrab disapa Kecuk ini mengatakan, inflasi di Bulan Mei masih terjaga sebesar 3,32 persen.
Dia memperkirakan inflasi bakal terus terkendali hingga akhir tahun, bahkan di bawah target pemerintah 3,5 persen.
"Dengan angka ini maka inflasi yoy adalah 3,32 persen lebih rendah dari inflasi Mei 2017 yang 4,33 persen sedikit lebih tinggi dibanding Mei 2018 3,23 persen," ucap dia.
Sebelumnya, Suhariyanto mengungkapkan, penyebab inflasi Mei 2019 karena kenaikan harga cabai merah, daging ayam ras, bawang putih, ikan segar, tarif angkutan udara, tarif antar kota, tarif kereta api, serta tarif parkir.
"Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga yaitu bawang merah dan beras," tutur dia.
Baca Juga: Mei Inflasi 0,68 Persen, Gubernur BI: Biasa Ramadan Lebaran
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Impor Barang Modal RI Melonjak 34 Persen
-
Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini
-
Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya
-
Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga
-
Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik
-
Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA
-
Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?
-
Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam
-
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI