- Mentan Amran Sulaiman meminta tambahan anggaran Rp2,1 triliun kepada DPR untuk perbaikan lahan pertanian terdampak bencana di Sumatra.
- Banjir bandang dan longsor merusak sekitar 94.000 hektare sawah produktif, pemulihan direncanakan bertahap hingga tahun 2027.
- Kementan fokus rehabilitasi, perbaikan infrastruktur, dan percepatan penanaman ulang, memastikan ketersediaan pangan aman tiga bulan ke depan.
Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengajukan tambahan anggaran senilai Rp2,1 triliun untuk memperbaiki sawah dan lahan pertanian di Sumatra yang rusak akibat banjir bandang dan longsor.
Permintaan itu disampaikan dalam rapat kerja bersama DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).
Amran menjelaskan, bencana yang melanda sejumlah wilayah Sumatra menyebabkan kerusakan lahan pertanian dalam skala besar.
Data Kementerian Pertanian mencatat total kerusakan mencapai sekitar 94.000 hektare sawah dan lahan produktif.
Menurutnya, pemulihan tidak bisa dilakukan dalam satu tahun anggaran. Karena itu, Kementan menyiapkan skema pembiayaan bertahap melalui APBN hingga 2027.
"Anggaran reguler kami, kami gunakan Rp1,49 triliun [untuk] 2025. [Untuk] 2026 kami geser. Kemudian masih butuh tambahan 2026 Rp2,1 triliun, 2027 Rp1,1 triliun. Total Rp4,7 triliun," ujar Amran.
Ia mengatakan, tambahan dana tersebut difokuskan untuk rehabilitasi lahan, perbaikan infrastruktur pertanian, serta percepatan penanaman ulang di wilayah terdampak.
Meski kerusakan cukup luas, Amran mengklaim proses pemulihan di sejumlah daerah mulai menunjukkan perkembangan.
Ia menyebut kondisi tanah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih tergolong subur karena mengandung banyak humus dari longsoran.
Baca Juga: Dasco Tengahi 2 Menteri Beda Pendapat soal Dana Rehab Aceh: Nah, Salaman Dulu Dong
Kementan pun berencana merapikan tanah longsor yang dinilai masih layak dijadikan sawah. Setelah dirapikan, lahan tersebut akan langsung ditanami agar produksi pangan bisa cepat pulih.
"Bantuan yang kami kirim dan juga yang bagian tengah kita sudah rehab irigasi, kemudian langsung tanam. Hari ini kita sudah kirim dan penanaman kurang lebih 39.000 hektare," jelasnya.
Amran menilai percepatan tanam menjadi kunci untuk menjaga produksi pangan di tengah bencana. Ia memastikan pemerintah tidak hanya fokus pada perbaikan fisik, tetapi juga menjamin keberlanjutan produksi.
Ia juga optimistis kondisi pertanian di Sumatra masih mampu menopang kebutuhan pangan di wilayah terdampak. Menurutnya, ketersediaan bahan pangan di lapangan relatif aman untuk beberapa bulan ke depan.
"InsyaAllah sektor pertanian khususnya pangan, ketersediaan pangan kita di lapangan cukup untuk tiga bulan ke depan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
PT Agincourt Resources Digugat Rp 200 Miliar oleh KLH
-
Pemerintah Telah Pasang 196 Jembatan Darurat di 3 Provinsi Terdampak Banjir Sumatera
-
Pemerintah Ungkap Aceh Telah Pulih dari Bencana Banjir Sumatera
-
PU Kebut Normalisasi Sungai Aek Doras, Upaya Redam Ancaman Banjir di Sibolga
-
Kemenperin Akan Guyur Dana Rp 318 Miliar untuk Pulihkan IKM Terdampak Banjir Sumatera
Terpopuler
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
Terkini
-
Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik
-
Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA
-
Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?
-
Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam
-
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI
-
Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya
-
Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak
-
Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global
-
Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel