Suara.com - Pemerintah bakal mengubah penyaluran subsidi Elpiji 3 kilogram (kg). Nantinya penyaluran tersebut bakal tepat sasaran pada tahun 2020.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Suahasi Nazarra menerangkan, penyaluran subsidi tersebut nantinya diberikan sesuai nama dan alamat masyarakat yang membutuhkan.
Sehingga, tak ada lagi masyarakat mampu yang masih mendapatkan subsidi elpiji 3 kg.
"Ya kalau pembahasan di rapat-rapat panja kan memang selalu disampaikan bahwa cara terbaik memberikan subsidi elpiji 3 kg kalau bisa pastikan yang menerima kelompok masyarakat miskisn dan rentan artinya kelompok masyarakat diidentifikasi dengan nama dan alamat," ujarnya saat ditemui di Kompleks Parlemen DPR, Jakarta, Senin (8/7/2019).
Menurut Suahasil, penyaluran subsidi sesuai dengan nama dan alamat ini sudah dijalankan dalam program lainnya seperti, Program Keluarga Harapan (PKH) dan subsidi listrik.
Suahasil pun mencatat, subsidi elpiji selama 2 tahun terakhir melebih kuota yang disiapkan. Pada tahun 2017 disiapkan 6,20 juta ton, tetapi penggunaannya 6,31 juta ton. Kemudian, pada 2018 disiapkan 6,45 juta ton tetapi penyalurannya 6,53 juta ton.
"Karena kan selama ini mekanisme menyalurkannya dijual jadi siapapun bisa membeli ini yang ingin dibuat supayalebih jelas siapa penerima subsidinya," ucap dia.
Berita Terkait
-
Jelang Ramadhan, Pemerintah Diminta Amankan Stok Elpiji 3 Kg
-
Sosialisasi Penyaluran PKH, Jokowi Ingatkan Penggunaannya Tepat Sasaran
-
Khofifah Beberkan PR di Jawa Timur, Termasuk di Wilayah Emil Dardak
-
Jokowi ke Penerima Bantuan: Ketahuan Beli Rokok, Kartunya Dicabut
-
Mensos Temui Jokowi di Istana Bahas Debat Pilpres 2019
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik
-
IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis
-
Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia
-
Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala
-
Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi
-
PT PGE dan PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028
-
Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI
-
Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih
-
Pabrik Melamin Pertama dan Terbesar RI Resmi Dibangun di Gresik, Nilai Investasi Rp 10,2 T
-
Menko Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Lebihi 5,3 Persen