Suara.com - Sebagai salah satu bank yang telah menasional, dan termasuk dalam jajaran 15 bank terbesar dari 115 bank di Indonesia, Bank BJB saat ini telah memperluas layanan dengan 2.011 jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, hingga Sulawesi.
Sampai akhir 2019, Bank BJB telah memiliki 65 Kantor Cabang, 312 Kantor Cabang Pembantu, 342 Kantor Kas, 162 Payment Point dan 1,430 ATM yang tersebar diseluruh Indonesia. Seiring dengan semakin tumbuh dan berkembangnya bisnis perusahaan, Bank BJB terus melakukan sinergi dan kerjasama dengan berbagai instansi/lembaga, baik dari pemerintah maupun swasta untuk memperluas lingkup bisnis Bank BJB.
Sejak awal berdirinya, Bank BJB telah berperan aktif dalam penyaluran kredit infrastruktur, dimana total kredit Infrastruktur sepanjang 2018 telah tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, yaitu Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi, Kalimantan, Kepri dan Sumatra.
Dalam peningkatan kredit infrastruktur, Bank BJB berbekal pengalaman dan didukung sistim dan sumber daya manusia yang andal juga dapat bertindak sebagai lead maupun arranger dalam kegiatan pembiayaan sindikasi.
Bank BJB senantiasa memberikan penawaran pada segmen komersial, dimana penyaluran kredit infrastruktur dilakukan dalam bentuk modal kerja yang digunakan untuk mendukung proyek-proyek di daerah, sebagaimana dapat dilihat pada proyek lanjutan Overpass Tegal Gede, proyek PLTM Cikaengan, pembangunan pasar rakyat Awipari Kota Tasikmalaya, yang sudah berjalan sampai saat ini.
Pada segmen korporasi, penyaluran kredit Bank BJB dilaksanakan dengan pola sindikasi maupun bilateral untuk mendukung proyek-proyek strategis nasional, diantaranya melakukan peningkatan jalan ruas Jalan Simpangloji - Cibutun - Balewer Puncak Darma paket 1 & 2 (Geopark Ciletuh), peminjaman daerah untuk pembangunan pasar atas Cimahi oleh pemkot Cimahi dan lain-lain.
Pembiayaan infrastruktur pemerintah daerah dilakukan oleh bank lain melalui kredit dengan pola sindikasi. Bank BJB memberikan penawaran alternatif pembiayaan infrastruktur daerah melalui program BJB Indah (Infrastruktur Daerah), sesuai dengan misinya, untuk berperan aktif mendukung percepatan program pembangunan pemerintahaan daerah dengan fasilitas kredit bagi pemerintah daerah maupun swasta.
BJB Indah ditujukan untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur, serta pengadaan barang dan jasa pemerintah daerah Jawa Barat bagi pemerintah daerah maupun badan usaha yang memenuhi ketentuan. Fasilitas Bank BJB ini dapat diberikan kepada seluruh seluruh pemerintah daerah di Indonesia tanpa menggunakan jaminan khusus (clean basis)
BJB Indah memberikan penawaran bersaing dan kompetitif selain obligasi daerah. Hal ini dapat dilihat pada Peraturan Pemerintah 56 Tahun 2018 pasal 33 & 34 tentang persyaratan penerbitan obligasi yang memerlukan persyaratan sebagai berikut :
1. Pembiayaan melalui Obligasi Daerah hanya dapat dalam jangka panjang dengan tidak melampaui akhir tahun anggaran pada masa berakhirnya jabatan kepala daerah.
2. Laporan keuangan (audited) harus dengan opini wajar tanpa pengecualian atau wajar dengan pengecualian.
3. Tujuan penggunaan untuk membiayaan infrastruktur dan/atau inventasi berupa kegiatan pembanguan sarana/prasarana publik.
Baca Juga: Sukses Sambara di Jawa Barat, Bank BJB Luncurkan Sambat bagi Warga Banten
Pada persyaratan pembiayaan melalui BJB Indah lebih fleksibel jika dibandingkan dengan obligasi daerah, dimana :
1. Jangka waktu pembiayaan BJB Indah dapat diberikan dalam jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.
2. Tujuan penggunaan dapat digunakan untuk tujuan lain (deficit cash flow) maupun pembiayaan Infrastruktur dan/atau Investasi.
Bank BJB selalu berperan aktif dan mendukung pembangunan untuk Indonesia yang lebih maju dan lebih kuat dengan menawarkan produk yang berkualitas dengan suku bunga yang bersaing dan kompetitif.
Komitmen sebagai pendorong laju pertumbuhan daerah tersebut didukung pula dengan kinerja yang baik. Pada triwulan I 2019, Bank BJB mencatat laba bersih Rp 421 miliar, dengan total aset sebesar Rp 117,7 trilliun, dan total kredit yang berhasil disalurkan bmencapai Rp75,8 triliun, atau berhasil tumbuh sebesar 6,2 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023
-
Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO
-
Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil
-
Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal
-
Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?
-
Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?
-
Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis