Suara.com - PT Sasa Inti merupakan perusahaan yang bergerak di bidang bumbu makanan yang memproduksi MSG di Indonesia, hingga kini menjadi salah satu merek lokal yang mampu memimpin pasar lokal maupun internasional.
Bukan hanya di MSG namun juga pada produk-produk lainnya seperti, tepung bumbu, santan, dan juga produk Sasa lainnya, yang telah diterima pasar.
Memiliki slogan ‘Sasa Melezatkan’ Sasa seakan sudah menjadi sahabat masakan rumah karena menjadi bumbu dapur yang memberikan kelezatan setiap sajian yang dimasak dan dapat digunakan secara praktis sehingga merek ini sudah menjadi bagian dari aktivitas memasak sehari-hari.
Sebagai salah satu perusahaan makanan terbesar dari Indonesia, PT Sasa Inti, kembali mendapatkan penghargaan prestisius untuk kategori bumbu penyedap dan kategori Seasoned Flour, dalam acara Top Brand Award 2019.
Penghargaan tersebut sudah melalui tahap penilaian dan proses survei yang dilakukan oleh Frontier Group yang dilakukan pada lebih dari 12.000 responden dan dilakukan di 15 kota besar di Indonesia, yang meliputi, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Medan, Palembang, Pekanbaru, Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Manado dan Denpasar.
“Sebagai penghargaan yang selalu ditunggu, Top Brand Award 2019 kali ini merupakan salah satu bentuk apresiasi masyarakat terhadap Sasa sebagai merek dan tentunya produk Sasa Tepung Bumbu Ayam dan MSG Sasa, tentunya kedepannya kami akan terus berinovasi untuk terus memenuhi kebutuhan masyarakat luas,” kata
Albert Dinata General Manager Marketing PT Sasa Inti dalam keterangannya, Senin (26/8/2019).
Albert menyebut, apreasiasi ini menjadi kebanggaan Sasa, dengan usaha yang telah dilakukan selama ini telah mampu memberikan dampak yang positif bagi masyarakat dan konsumen.
"Dengan kata lain Sasa telah mampu membuktikan bahwa sebagai perusahaan Kitchen Food Brand dari Indonesia yang dapat diterima masyarakat luas dan siap untuk terus berinovasi baik untuk pasar lokal maupun internasional," ucap Albert.
Baca Juga: MSG Disebut Picu Kanker, Apa Kata Ahli?
Menurut Albert, dengan penetapan harga yang kompetitif dan pengiriman yang dapat diandalkan, Sasa dapat menjangkau setiap sudut wilayah di Indonesia sehingga berbagai lini produk Sasa pun dapat mudah ditemukan baik di pasar tradisional maupun di pasar modern seperti di hypermarket, supermarket dan minimarket.
"Selain itu, Sasa pun telah merambah pasar internasional dengan dilakukannya kegiatan ekspor sejak lebih dari satu dekade ke pasar Asia, Timur Tengah, Afrika dan ke beberapa negara lainnya yang memiliki prospek baik untuk dipasarkan," pungkas Albert.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Tekan Angka Kecelakaan, Kemenhub Siapkan Aturan Baru Standar Teknologi Motor
-
Lion Parcel Kirim 10 Ton Logistik ke Wilayah Bencana Sumatra
-
Klaim Swasembada Dibayangi Risiko, Pengamat Ingatkan Potensi Penurunan Produksi Beras
-
Penyaluran Beras SPHP Diperpanjang hingga Akhir Januari 2026
-
BBRI Diborong Asing Habis-habisan, Segini Target Harga Sahamnya
-
Produksi Beras Pecah Rekor Tertinggi, Pengamat: Berkah Alam, Bukan Produktivitas
-
Update Pangan Nasional 11 Januari 2026: Harga Cabai Kompak Turun, Jagung Naik
-
8 Ide Usaha Makanan Modal Rp500.000, Prediksi Cuan dan Viral di Tahun 2026
-
Saham BUMI Dijual Asing Triliunan, Target Harga Masih Tetap Tinggi!
-
ANTM Gelontorkan Rp245,76 Miliar untuk Perkuat Cadangan Emas, Nikel dan Bauksit