Suara.com - Seluruh penerbangan tujuan internasional dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta, akan dipindah ke bandara Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo pada April 2019.
General Manajer AP I Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kolonel (Pnb) Agus Pandu Purnama menjelaskan progres pembangunan infrastruktur dan sarana pendukung di YIA sudah mencapai 88 persen. Diharapkan pada Desember 2019 pembangunan terminal di lantai paling atas bisa terselesaikan.
"Kebutuhan penerbangan internasional masih harus ada setting untuk alat, keimigrasian, karantina, bea cukai. Diperkirakan Maret selesai, jadi awal April penerbangan internasional seluruhnya bisa pindah," paparnya, Senin (7/10/2019).
Minat sejumlah maskapai untuk membuka jadwal penerbangan menuju dan dari YIA mulai meningkat. Kekinian, baru ada sembilan maskapai eksisting yang siap, sudah ada satu maskapai lagi, yaitu Emirates, yang berminat membawa pesawat 'wide body' mereka untuk melandas di YIA, guna mendukung pariwisata dan umrah dari Yogyakarta.
"Tadi sudah mengurus dokumen yang diperlukan," ujarnya.
Saat ini, diketahui sejumlah penerbangan internasional baik keberangkatan dan kedatangan, masih dilakukan dari Bandara Adisutjipto, karena pembangunan di YIA masih berjalan dan belum seluruhnya siap.
Sementara itu, menyinggung perihal pemindahan seluruh penerbangan domestik, Pandu menyebut hal itu baru akan dilakukan pada pertengahan Januari 2020. Lantaran, pihak Bandara Adisutjipto akan menggelar posko Natal dan Tahun Baru pada akhir tahun ini.
Kontributor : Uli Febriarni
Baca Juga: Rute Penerbangan Baru di Bandara YIA Kulonprogo Mulai Bertambah
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
-
Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai