Suara.com - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) merupakan kondisi yang tidak disukai oleh orang banyak, baik karena habisnya masa kontrak atau akibat gagal bertahannya sebuah perusahaan dalam persaingan operasional. Berdasarkan data dari BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK), terdapat setidaknya sekitar 1,7 juta orang menjadi pengangguran atau berhenti bekerja, dengan berbagai alasan, salah satunya PHK.
Hal ini menjadi fokus BPJAMSOSTEK, yang akhirnya meluncurkan Program Vokasi bagi pekerja yang kehilangan mata pencarian. Vokasi ini sendiri merupakan program yang lebih dekat dengan masyarakat, dengan sebutan “pelatihan kerja”, dan merupakan upaya pemerintah untuk membentuk sumber daya manusia yang unggul dan tangguh sesuai dengan program kerja Presiden Joko Widodo.
Program vokasi juga dilaksanakan oleh berbagai kementerian dan lembaga lainnya, namun BPJAMSOSTEK ditunjuk sebagai salah satu penyelenggara piloting program vokasi, karena dinilai relevan dan erat dengan bisnis jaminan sosial ketenagakerjaan.
Dengan adanya vokasi ini, maka para pekerja yang di-PHK atau sedang menganggur akan diberikan pelatihan untuk meningkatkan skill dan keterampilan yang ingin dikembangkan atau telah dimiliki. Dengan keahlian yang dikembangkan, diharapkan hal tersebut dapat membuka peluang bagi para pekerja untuk dapat kembali bekerja pada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan jasa mereka.
Dalam vokasi ini, peserta diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang diinginkan sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki. Terdapat beberapa bidang yang dapat menjadi pilihan, misalnya pariwisata, digital kreatif, perkebunan, manufaktur, garmen, jasa kemasyarakatan, konstruksi, dan tenaga kesehatan non medis.
“Kehilangan pekerjaan bukan hal menyenangkan bagi pekerja, tapi jangan sampai kehilangan semangat. Kami memberikan solusi buat pekerja, menyiapkan pelatihan untuk pekerja dan kelasnya. Ini bisa diakses di semua BLK (balai latihan kerja), pusat latihan kerja, training centre yang sudah bekerja sama dengan BPJAMSOSTEK dengan tujuan job training, job shifting dan job matching,” ujar Direktur Pelayanan BPJSTK, Krishna Syarif, Jakarta, Rabu, (6/10/2019).
Saat ini, modul yang tersedia di pelatihan vokasi tersebut meliputi digital kreatif (UI/UX dan pembuatan aplikasi), basic manufacture, basic hospitality, sawing, pariwisata, adiminstrasi perkantoran, operator alat berat, operator pesawat angkat angkut (forklift), kerja di ketinggian, kelistrikan, asisten koki, food and baverage, barista, dan design grafis.
Adapun menurut data yang dimiliki BPJAMSOSTEK, terdapat 606 perusahaan dan 50 juta orang yang telah menjadi peserta BPJAMSOSTEK, yang diharapkan dapat menyalurkan pekerja ahli kepada perusahaan yang membutuhkan.
“Dengan data itu, kami harus membentuk ekosistem supaya tiap kebutuhan pekerja di perusahaan bisa menjadi informasi penting bagi tiap individu yang membutuhkan pekerjaan, baik yang sifatnya magang, hingga kebutuhan pekerja kontrak panjang. Istilahnya job service,” jelas Krishna.
Baca Juga: Hari Pelanggan Nasional, Direksi BPJSTK Kunjungi Pasien Korban Kecelakaan
Informasi mengenai jenis pekerjaan yang dibutuhkan oleh perusahaan akan disediakan oleh BPJAMSOSTEK, yang bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan. Selain itu, berkolaborasi dengan berbagai perusahaan juga dilakukan, supaya kebutuhan tenaga kerja dengan jenis pekerjaan bisa diakomodasi oleh BPJAMSOSTEK.
Berita Terkait
-
Bupati Kepulauan Seribu Canangkan Gerakan Wajib BPJS Ketenagakerjaan
-
Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan Kini Bisa Lewat LinkAja
-
Gugatan Pra Peradilan PT KDH yang Langgar Aturan Ketenagakerjaan Ditolak
-
Atlet SUP Id BPJAMSOSTEK Kembali Raih Prestasi di Singapore Ocean Cup
-
Kenaikan Manfaat JKK dan JKm Untuk Kesejahteraan Pekerja
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
Terkini
-
Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia
-
TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini