Suara.com - Tak bisa dipungkiri untuk jadi pilot profesional dibutuhkan biaya yang cukup mahal, karena biaya sekolahnya saja bisa menguras kocek dalam-dalam.
Tapi biaya yang mahal tersebut bukan jaminan setelah lulus langsung dapat bekerja menjadi pilot di maskapai penerbangan nasional.
Anggota Ikatan Pilot Indonesia (IPI) Henry Roland Sitorus mengatakan, bahwa saat ini ada sekitar 800an pilot muda yang harus menganggur karena belum juga mendapatkan pekerjaan menjadi seorang pilot.
"Lahan pekerjaan sebagai pilot ini sudah sangat sempit, karena banyaknya pilot," kata Henry saat dihubungi Suara.com, Kamis (21/11/2019).
Henry menyebut, saat ini saja sedikitnya ada sekitar 800 sampai 1.000 pilot yang baru lulus terpaksa harus menganggur karena tidak ada maskapai yang mau menerima mereka.
"Sekarang ini penerbangan itu jumlahnya berkurang, tapi pilot banyak sekali. Adek-adek kita itu yang nganggur ada sekitar 800 sampai 1000an pilot masih belum dapat pekerjaan," ungkapnya.
Sementara itu kalau para pilot ini keluar negeri, banyak persyaratan yang harus terpenuhi terlebih dahulu, karena kata dia persyaratan untuk menjadi pilot di Indonesia dan luar negeri sangat jauh berbeda.
"Kalau mau keluar negeri banyak banget persyaratannya dan engga bisa secepat itu, engga kaya ngelamar kerja di bank hari ini interview besok mungkin bisa langsung kerja dan bulan depan sudah dapat gaji, beda dengan pilot kita harus training dulu, butuh waktu hampir sebulan dua bulan," paparnya.
Henry menuturkan, saat ini kondisi bisnis penerbangan sedang turun, hal tersebut terlihat dari jumlah penerbangan yang makin hari makin berkurang saja, apalagi isu tiket pesawat terbang yang mahal beberapa waktu lalu cukup mengganggu bisnis ini.
Baca Juga: Ikatan Pilot Indonesia Heran Wings Air Denda PKWT Rp 7 Miliar
"Tapi kita harapkan akhir tahun ini akan semakin banyak lagi jumlah penerbangan," harapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Airlangga Pastikan Tarif Dagang Indonesia dan AS Turun ke 15 Persen, Berlaku 90 Hari
-
ESDM Lobi-lobi AS Agar Sel Paner Surya RI Tak Kena Bea Masuk 104%
-
Kemenperin Catat Industri, Kimia dan Tekstil Lagi Loyo di Februari
-
IHSG Nyaris Stagnan pada Perdagangan Jumat, Tapi 352 Saham Meroket
-
BNBR Gelar Rights Issue 90 Miliar Saham, Perkuat Struktur Modal dan Ekspansi CCT
-
Rupiah Loyo ke Level Rp 16.787/USD di Tengah Aksi Jaga Investor
-
Ekonomi Digital RI Makin Gurih, Setoran Pajak Tembus Rp47,18 Triliun
-
CFX Pangkas Biaya Transaksi 50 Persen, Industri Kripto Diprediksi Makin Bergairah
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
APBN Sudah Tekor Rp 54,6 T di Awal Tahun, Pengusaha Muda Tekankan Reformasi Pajak