- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pajak program Makan Bergizi Gratis hanya berkontribusi sebesar 3 hingga 5 persen.
- Program tersebut diproyeksikan mampu menyerap satu juta tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan sebesar 1 persen.
- Pemerintah menegaskan manfaat utama Makan Bergizi Gratis adalah peningkatan aktivitas ekonomi daerah serta terciptanya stabilitas ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kalau pajak dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya berkontribusi sebesar 3-5 persen ke penerimaan negara.
Artinya, penerimaan pajak dari total anggaran MBG sebesar Rp 335 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), hanya sebesar Rp 10,05 triliun hingga Rp 16,75 triliun.
"Untuk MBG, penerimaan pajaknya sekitar 3-5 persen dari total anggaran yang direalisasikan. Itu 3 persen sampai 5 persen dari total anggaran yang direalisasikan itu masuk ke pajak," katanya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, dikutip Senin (13/4/2026).
Kendati begitu, Menkeu Purbaya menjelaskan penerimaan pajak bukanlah tujuan utama dari MBG. Menurutnya, manfaat dari program itu terlihat dari meningkatnya aktivitas ekonomi, terutama di daerah.
Lebih lagi, Purbaya menilai MBG juga menciptakan lapangan kerja yang nantinya berdampak ke stabilitas ekonomi sekaligus menambah penerimaan negara.
Dengan ini, maka prediksi ekonomi hancur yang disebarkan di media sosial akan goyah.
"Itu yang paling mahal dampaknya, yang paling berharga dampaknya untuk kita. Kalau enggak, di tengah kekacauan seperti sekarang di mana banyak orang ngomong di TikTok ini-itu ini-itu, kita mau runtuh tiga bulan lagi segala macam, pasti goyah. Jadi ini dampaknya cukup baik hanya saja ke depan mungkin kita perbaiki lagi cara menjalankan kebijakan itu," jelasnya.
Purbaya klaim MBG dorong Ekonomi
Sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kalau program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Baca Juga: Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026
Menkeu Purbaya beralasan kalau potensi MBG itu tercipta dari terbukanya lowongan pekerjaan baru, yang ia perkirakan bisa menyerap 1 juta tenaga kerja.
"Itu kan MBG menciptakan berapa lapangan kerjaan? Satu juta lapangan pekerjaan," kata Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Rabu (8/4/2026).
Ia mengacu pada perhitungan teknis Badan Pusat Statistik (BPS), di mana pertumbuhan ekonomi 1 persen berarti menciptakan 450 ribu tenaga kerja. Jika MBG menciptakan 1 juta lapangan kerja, maka pertumbuhan ekonomi bisa melebihi 2 persen.
"Kalau Anda masuk ke BPS, ada itu I-O Table, ada coefficient techniques. Input segini, growth-nya segini, tenaga kerjanya berapa. Kalau enggak salah, angka yang terakhir yang saya tahu, 1 persen itu 450 ribu lapangan kerja. Berarti kalau 1 juta, 2 persen lebih sedikit. Kira-kira itu dari MBG saja," papar dia.
Kendati begitu, Purbaya mengingatkan bahwa perhitungan teoritis itu bukan berarti menggambarkan banyaknya lapangan kerja baru. Alasannya, ada sebagian tenaga kerja baru di MBG yang awalnya berasal dari sektor lain.
"Tapi kan nanti ada juga orang yang pindah ke situ kan, itu jadi pengurang. Jadi enggak penuh 2 persen. Tapi, karena ada yang pindah ke situ dari tempat lain, pindah ke situ sebelumnya ke tempat lain, dihitung PDB tempat lain, sekarang ke MBG," bebernya.
Dari sana ia menyimpulkan kalau dampak bersih program MBG terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup signifikan, yakni di sekitar 1 persen.
"Saya pikir 1 persen lebih kelihatan dampaknya, kalau dijalankan dengan baik. Net ya, net ya. Bukan growth kayak tadi," tandasnya.
Berita Terkait
-
Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026
-
Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran
-
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi
-
Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul
-
Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham
-
Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg
-
Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS
-
5 Trik Jitu Naikin Limit Aplikasi Buy Now PayLater ke 50 Juta
-
Harga Emas Hari Ini Naik, Antam Sentuh Rp2,88 Juta per Gram
-
Link Download PP 20 Tahun 2026 PDF, Aturan Pajak Baru yang Soroti Suap hingga UMKM
-
Rogoh Rp750 Juta, Mitratel Tebar 242 Hewan Kurban Premium
-
Konsumsi Daging Orang RI Ternyata Masih Rendah
-
Peruri Tebar Hewan Kurban ke 4 Daerah
-
Petani Diproyeksi Untung, Bulog Pastikan Harga Ekspor Beras ke Malaysia Lebih Mahal dari HET