Suara.com - Beberapa bulan terakhir, stok daging segar di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) terus menurun. Sebelum Idul Adha 2019 lalu, tercatat masih 150 ekor sapi di potong per hari.
Namun, bulan September jumlah yang disembelih di RPH turun di kisaran 105 ekor sapi untuk per hari.
Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jawa Timur Mutowif menduga ada praktek jual beli daging kerbau beku eks impor dari India.
Tujuannya untuk menutup kebutuhan daging karena berkurangnya sapi yang disembelih di RPH. Sehingga harga daging tetap pada kondisi stabil.
"Harga daging tidak bisa naik, dikarenakan daging kerbau eks impor dari India masuk ke Jatim secara bebas dan indikasi mendapat rekom dari instansi terkait Jatim," ujar Mutowif.
Dia menilai, praktik jual beli daging kerbau beku itu terjadi sejak Juli lalu, di sejumlah pasar tradisional di Surabaya. Informasi yang didapatkan Mutowif, sekitar 4,6 ton daging kerbau beku eks impor dari India masuk ke Surabaya dari Jakarta.
Tentunya, bertentangan dengan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur tahun 2010 tentang peredaran daging beku impor.
"Surat Edaran Gubernur Jatim tahun 2010 ini kan untuk melindungi peternak tradisianal yang ada di Jawa timur," katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Jawa Timur Wemmi Niamawati membantah ada izin terkait peredaran daging kerbau beku eks impor dari India yang diklaim PPSDS Jatim. Pihaknya tidak pernah memberikan izin untuk masuk ke Jatim.
Baca Juga: Sulap Kotoran Kerbau Jadi Parfum, Mahasiswa UNS Sabet Juara di Jepang
"Jadi untuk daging kerbau kami dari Pemprov Jatim belum memberikan rekomendasi untuk masuk ke Jatim. Jadi tidak ada rekom ya ilegal," kata Wemmi.
Rekomendasi dari dinas ini telah diatur dalam surat edaran menteri kordinator perekonomian tahun 2017 silam. Disebutkan dalam surat itu perluasan pemasaran daging oleh perum Bulog di luar wilayah Jabodetabek.
Bahwa peredaran daging kerbau tanpa tulang asal negara India tersebut dapat dilakukan selama tidak ada penolakan pemerintah daerah tujuan.
Sedangkan, kata Wemmy, Pemprov Jawa Timur tegas tidak memberikan rekomendasi untuk masuk ke Jatim.
"Ya dari kami terserah satgas pangan selanjutnya," ungkapnya.
Disnak Jatim sendiri sebenarnya telah mengadakan sidak ke sejumlah pasar tradisional dan toko retail bersama satgas pangan. Hasilnya tidak ditemui daging kerbau beku eks impor India.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bank Mandiri Jalankan 1.174 Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Sepanjang 2025
-
Klasterku Hidupku BRI Jadi Penggerak UMKM Panaba Banyuwangi
-
Danantara Segera Mulai Pembangunan Pabrik Bioetanol di Banyuwangi
-
Kementerian PU Angkut 698 Ton Sampah dari Aceh
-
BRI Dorong UMKM Batam Lewat MoU Investasi dan Digitalisasi Qlola
-
IHSG Menguat Lagi, Purbaya: Pasar Mulai Terima Thomas Djiwandono
-
Profil Shinhan Sekuritas, Digeledah Polisi Imbas Dugaan Saham Gorengan
-
Merger Trio Anak Usaha Pertamina Dikebut
-
Diminta Bereskan Saham Gorengan, Purbaya: Jangan Biarkan Investor Ritel Rugi
-
Purbaya: Saya Tak Bisa Kendalikan Saham, Tapi Pastikan Ekonomi Naik Cepat