Suara.com - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan, banjir di DKI Jakarta dan daerah lain membuat sejumlah harga komoditas mengalami kenaikan. Salah satuny adalah harga beras.
"Dampak banjir berpengaruh terhadap beberapa inflasi harga komoditas. Kami pantau beberapa harga komoditas di sejumlah daerah yang mengalami banjir seperti di Jakarta, Depok. Secara umum dampaknya lebih terlihat pada harga beras," ujar Perry saat ditemui kompleks Perkantoran BI, Jakarta, Jumat (10/1/2020).
Selain itu, tutur Perry, dari pemantauan harga cabai merah juga mengalami inflasi atau kenaikan harga dan komoditas bawang merah. Tak hanya berdampak dari banjir, kenaikan harga ini juga karena pola musiman.
Kendati begitu, terdapat beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga atau deflasi.
"Tapi memang ada sejumlah komoditas mengalami deflasi, penurunan harga. Antara lain adalah angkutan udara yaaaaaaaang turun, deflasinya 0,05 persen. Demikian juga bensin itu juga deflasi 0,04 persen, dan beberapa komoditas lain," ujar dia.
Atas raihan kenaikan beberapa komoditas ini, Perry memprediksi inflasi pada Januari sebesar 0,41 persen month-to-month. Sementara, untuk inflasi tahun ke tahun diprediksi sebesar 2,81 persen.
"Inflasi di bulan Januari ini lebih rendah dari rata-rata historis sejak tahun 2016, kalo kita itung rata2 inflasi di bulan januari sejak 2016 sampe dengan 2019, itu rata-ratanya adalah 0,64 persen mtm. Dan ini Alhamdulillah ini lebih rendah dari rata-rata historisnya," kata dia.
Berita Terkait
-
Federal Tawarkan Paket Ganti Oli Rp 10 Ribu Bagi Motor Terdampak Banjir
-
Banjir Jakarta Bisa Pupuskan Impian Indonesia Jadi Host Olimpiade 2032
-
BMKG Prediksi Hujan Deras, Anies: Pergerakan Air Naik Turun Sedikit
-
Gugat Anies, Ratusan Korban Banjir Jakarta Klaim Merugi Rp 43,32 Miliar
-
Polda Metro Jaya Bentuk Satgas Banjir Jakarta
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Bonus Hari Raya Ojol Diumumkan Bareng SE THR Pekerja
-
Kriteria ASN Wajib Ikut Pelatihan Militer Komcad, Dapat Gaji dan Tunjangan Penuh
-
BRI Gelar Imlek Prosperity 2026, Hadirkan Pengalaman Eksklusif Sambut Tahun Kuda Api
-
PHK Buruh Mie Sedap Sedang Dimonitor Kemenaker
-
Mudik Lebaran 2026: 16,83 juta Orang Diprediksi Serbu Jawa Timur
-
Daftar Harga Kurs Dolar Hari Ini di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Timur Tengah Membara, Harga Minyak 'Terbang' Dekati Level Tertinggi 7 Bulan
-
Harga Emas Bisa Cetak Rekor Tertinggi, Analis Ungkap Faktor Penyebabnya
-
Emas Antam Tiba-tiba Anjlok Tajam, Tapi Masih Dibanderol Rp 3 Juta/Gram
-
Petani Terancam, Wacana Pembatasan Tar-Nikotin Dinilai Bisa Ganggu Serapan Hasil Panen