Suara.com - Kondisi keuangan PT Asuransi Jiwasraya dan PT Asabri disebut-sebut mengalami kerugian hingga triliunan rupiah diduga akibat korupsi. Terkait bobroknya kondisi keuangan di dua perusahaan pemerintah itu, bekas cawapres Sandiaga Uno ikut angkat bicara.
Sebagai salah satu tokoh yang lama berkecimpung didunia bisnis, Sandiaga mengatakan bahwa yang harus dilakukan untuk bisa memperbaiki perusahaan tersebut agar bisnisnya berjalan kembali adalah dengan memisahkan antara kasus dengan fungsi bisnisnya.
"Menurut saya yang pertama, kasus hukum yang sudah berjalan, terus fungsi bisnisnya harus segera dilakukan revitalisasi," kata Sandiaga saat ditemui di Surabaya, Sabtu (1/2/2020).
Ia menjelaskan, revitalisasi tersebut berupa pemisahan antara investasi yang sudah rusak dengan investasi yang masih bagus dan bisa diselamatkan untuk bisa dilanjutkan kembali.
Kemudian, manajemen yang lama juga harus diganti dengan mencari seseorang yang ahli dalam bidang turn around management.
"Di bidang bagaimana mengubah pengelolaan perusahaan yang tadinya pengelolaannya tidak ada yang baik menjadi pengelolaan yang kelas dunia," katanya.
Menurut Sandiaga, manajemen yang baru dengan pengelolaan yang bagus, maka akan menarik perhatian para investor untuk melakukan investasi di dalam bisnis tersebut.
Sandiaga juga mengusulkan adanya bon yang dapat menciptakan obligasi. Obligasi ini nantinya akan dibeli oleh institusi pemerintah dan pendiri yang mengelolanya.
"Seperti obligasi rekap, waktu kita masuk krisis dulu. Seperti BPJS Ketenagakerjaan, di situ baru kita mulai proses revitalisasi sebagai Jiwasraya. Itu pandangan saya sebagai orang ekonomi," imbuh Sandiaga.
Baca Juga: Modus Cuci Uang Jiwasraya Diputar ke Properti hingga Kafe Bergaya Moge
Kontributor : Arry Saputra
Berita Terkait
-
Jokowi Beri Sinyal Dukungan di Pilpres 2024, Sandiaga: Masih Terlalu Jauh
-
Isu Wali Kota Risma Maju Pilgub DKI, Sandiaga: Bu Risma Sudah Sangat Hebat
-
Di Hadapan Wapres Ma'ruf Amin, Ketum PBNU Ungkit Kasus Jiwasraya
-
Ditarik dari KPK, Jaksa Yadyn Bakal Tangani Kasus Korupsi Jiwasraya
-
Evakuasi 243 WNI dari Wuhan Hari Ini dan 4 Berita Heboh Nasional
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya
-
Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah
-
Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?
-
Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok
-
Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay
-
Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen
-
IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000