Suara.com - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memanggil para SRO pasar modal. Mereka dipanggil untuk membahas evaluasi kinerja pasar modal dan permasalahan PT Asuransi Jiwasraya.
Adapun SRO yang hadir adalah para jajaran direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Rapat yang diagendakan mulai pukul 10:00 Wib ini molor hampir 45 menit, sehingga rapat baru mulai sekitar pukul 10:45. Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Amir Uskara pun dimulai.
Saat dimulai Amir menyatakan rapat ini terbuka dan dibuka untuk umum, atas pernyataan ini Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menanyakan persoalan rapat ini dan menginginkan rapat dengar pendapat kali ini dilangsungkan tertutup.
"Mohon ijin Pak rapat terbuka atau tertutup, tapi bisa terbuka dulu kalau pembahasan lebih dalam bisa tertutup Pak," kata Inarno, Senin (10/2/2020).
Atas permintaan ini, Pimpinan rapat lantas menanyakan hal ini kepada para anggota dewan Komisi XI DPR RI apakah rapat ini bisa dilakukan tertutup atau terbuka.
"Bagaimana teman-teman rapat kali ini terbuka atau tertutup?," tanya pimpinan rapat.
Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Mishbakun pun langsung melakukan interupsi, dirinya menolak bahwa rapat kali ini dilakukan tertutup.
"Izin Pak Ketua, kita ingin tahu pak pasar modal itu kan dibangun atas transparansi, keterbukaan kepada masyarakat dan tugas-tugas bapak bagaimana korporasi itu tadinya tertutup menjadi terbuka dan bapak harus siap kerja bapak harus di asersi oleh masyarakat," kata Mishbakun.
Baca Juga: Nasabah Minta Kepastian, Tapi Skema Penyelamatan Jiwasraya Masih Abu-abu
"Jadi saya harap rapat kali ini terbuka dan sampai seterusnya akan tetap terbuka, terima kasih pak," tambah Mishbakun.
Atas interupsi ini pimpinan rapat, Amir memutuskan rapat kali ini terbuka, tapi jika ada pembahasan yang sekiranya mendalam dilakukan secara tertutup.
"Agenda rapat kali ini adalah masukan khusus buat Panja Pengawasan seperti diketahui industri jasa keuangan dirasa sudah sangat mengkhawatirkan seperti adanya case yang kita ketahui, seperti Jiwasraya, Bumiputera, Asabri dan Bank Muamalat," kata Amir.
Seperti diketahui, skandal gagal bayar Jiwasraya bergulir semakin panas. Kasus ini sudah ditangani oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).
Kasus ini disinyalir berawal dari pola investasi yang dilakukan manajemen ke saham-saham gorengan. Sehingga erat kaitannya dengan industri pasar modal.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI
-
Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik
-
Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH
-
Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan
-
Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe
-
Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen
-
Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak
-
Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen
-
Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak
-
Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI