Suara.com - Usai mendatangi Kementerian Keuangan pada pagi hari dan gagal menemui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, siang harinya para nasabah korban investasi Jiwasraya langsung menuju Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bidang Industri Keuangan Non Bank (INKB) di Jalan Gatot Subroto Menara Mulia, Jakarta.
Sesampainya disana, ternyata para nasabah yang mengatasnamakan Forum Korban Gagal Bayar Asuransi Jiwasraya ini dilarang masuk oleh pihak keamanan gedung, tak hanya itu para wartawan yang meliput pun dilarang untuk mengambil gambar.
Perwakilan nasabah Jiwasraya Muhammad Feroza pun tampak kesal dengan situasi ini, menurut dia para nasabah yang datang ke kantor OJK merupakan atas undangan resmi OJK.
"Bapak sekalian liat kan? Ya sudah. Itu aja dimuat. Kita ada identitasnya yang mengundang. Tapi pas sampai di sini enggak boleh masuk," kata Feroza di Kantor OJK Menara Mulia, Jakarta, Kamis (6/2/2020).
Feroza menuturkan, sempat ada tawaran dari pihak OJK yang boleh masuk hanya 5 orang nasabah saja, tetapi tawaran itu ditolak karena menurut dia masing-masing nasabah memiliki kepentingan yang sama, yakni hak mereka mendapatkan kembali lagi dana mereka di Jiwasraya.
"Kita dihalangi sekarang mau ditemui 5 orang saja, tidak bisa ini sesuatu yang tidak bisa diwakili semua (nasabah) masing-mssing punya hak tagih sendiri-sendiri. Seolah-olah itu bisa menyelesaikan untuk semua ya enggak mungkin 5 orang enggak ada satu orang pun mewakili yang lain," kata dia.
Sebelumnya, para nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang berjumlah 200 orang gagal menemui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk meminta kejelasan pengembalian dana investasi mereka di perusahaan plat merah tersebut.
Para nasabah hanya bertemu dengan Darmawan Kepala Bidang Program dan Administrasi Kementerian Keuangan di ruang Pers Kementerian Keuangan, Jakarta Kamis (5/2/2020).
Atas hal ini salah satu perwakilan nasabah Machril mengaku kecewa karena tak bisa bertemu dengan Sri Mulyani.
Baca Juga: Nasabah Jiwasraya Murka Gagal Temui Sri Mulyani, Giliran OJK Digeruduk
"Sebetulnya kita mau dengar pendapat, sebab selama ini kan sepertinya Ibu Menteri tidak pernah mengeluarkan statement. Kita mau tagih statement dari pada Ibu Menteri supaya kita tahu, Pak Erick sudah jelas, Pak Jokowi sudah jelas tinggal Bu Sri Mulyani aja kan," kata Machril.
Dia pun sama dengan harapan nasabah yang lain, yakni hanya ingin uang dana investasi mereka cepat kembali.
"Kita nuntut kepastian pengembalian dana nasabah karena dana nasabah itu kalau berdasarkan hukum perasuransian itu jelas harus dibayar, tidak bisa tidak. Kalau perlu jual salah satu, itu kan karena ada kepentingan politik makanya lambat-lambat gini dan sulit nasabahnya, kalau ada kepastian kan lebih tenang," katanya.
Sebelumnya juga, wacana pembubaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bergema di media sosial Twitter, banyak netizen yang menuliskan hastag #BubarkanOJK hingga sempat menjadi trending topic pada Rabu sore (5/2/2020).
Banyak dari para netizen yang ingin membubarkan OJK karena dianggap gagal dalam mengawasi industri jasa keuangan nasional, terutama dengan maraknya kasus gagal bayar perusahaan asuransi, seperti Jiwasraya, Asabri hingga Bumiputera.
Seperti halnya akun Twitter yang bernama @suryana yang mengatakan sudah kebobolan banyak kasus, OJK kemana saja.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
Terkini
-
IHSG Masih Tertekan di Awal Sesi ke Level 7.528
-
Emas Antam Berbalik Turun, Harganya Kini Rp 2,83 Juta/Gram
-
IHSG DIproyeksi Kebanjiran Dana Asing, Jadi Sentimen Positif di Tengah Perang
-
Harga Emas di Pegadaian Naik Lagi, Antam Hingga UBS Kompak Meroket
-
Rupiah Nyungsep, BI Diramal Tahan Suku Bunga
-
TERPOPULER BISNIS: Reformasi IHSG Diakui MSCI, Status "Beku" Berlanjut
-
BRI Life Incar Pasar Gen Z Lewat Asuransi MODI
-
Wall Street Merah Lagi Gegara Perang Masih Berkobar
-
Imbas El Nio Godzilla, Jasindo Pastikan Klaim Premi Asuranis Buat Petani Lancar
-
OJK: MSCI Akui Reformasi Pasar Modal Indonesia, Sinyal Positif untuk Investor Asing