Suara.com - Pemerintah mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal meningkat di tahun 2020. Sebab, pada 2019 ekonomi Indonesia hanya meningkat sebesar 5,02 persen.
Namun ada persoalan yang muncul di Tahun 2020, selain melambatnya mitra dagang, ada sejumlah risiko yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini. Mulai dari lemahnya aktivitas perdagangan dan investasi global, ketegangan Amerika Serikat dan Iran, perang dagang, serta epidemi virus corona.
"Misalnya dalam arahan Presiden dalam konteks Indonesia untuk respons dalam ekonomi dari Korona, akibat melemahnya perumbuhan ekonomi China, terutama dari sisi wisata," kata Staf Khusus Presiden Arif Budimanta di Wisma Negara, Kompleks Kepresidenan, Senin (10/2/2020).
"Maka meningkatkan aktivitas MICE, meeting-meeting, baik pemerintah atau swasta diarahkan ke wilayah yang ketergantungan pertumbuhan ekonominya datang dari sektor wisata. Misalnya Bali. ini bagian untuk menolong melemahnya perekonomian wilayah," sambungnya.
Arif melanjutkan, pemerintah bakal mengontrol Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) langsung. Hal itu disebut mampu memanfaatkan bahan yang tersedia di dalam negeri.
"Kemudian yang kedua, arahan Presiden agar belanja pemerintah khususnya APBN yang bisa dikontrol langsung, bisa dimanfaatkan bahan yang sudah tersedia di dalam negeri," jelas Arif.
Pada faktor internal seperti situasi setelah Pemilu 2109 dan penandatanganan RPJMN 2020-2024 disebut menjadi pemicu positif di Indonesia. Kata Arif, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia juga akan terdorong dari peningkatan nilai Rupiah dan peningkatan infrastruktur serta Sumber Daya Manusia melalui program wajib belajar 12 tahun dan program Indonesia pra-kerja.
"Faktor pendorong lain yang kita Harapkan juga timbul adalah omnibus law yang sekarang lagi proses nantinya dibahas bersama-sama dengan DPR baik omnibus law yang terkait bidang cipta kerja maupun yang terkait dengan perpajakan," sebut Arif.
Baca Juga: Pemerintah Optimis 2020 Pertumbuhan Ekonomi RI Meningkat, Ini Alasannya
Berita Terkait
-
Pemerintah Optimis 2020 Pertumbuhan Ekonomi RI Meningkat, Ini Alasannya
-
Pertumbuhan Ekonomi Papua Minus, Istana: Sektor Pertambangan Penyebabnya
-
Pertumbuhan Ekonomi Naik 5,02 Persen, Stafsus Jokowi: Nilai Ekspor Turun
-
Pengaruh E-Commmerce Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
-
Pertumbuhan Ekonomi Tak Sesuai Target, Bos BKPM Janji Tingkatkan Investasi
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru