Penyaluran bansos sembako bantuan presiden kepada masyarakat terdampak Covid-19 di Kota Tangerang Selatan, Jumat (8/5/2020) dihadiri oleh Sekjen Kemensos, Hartono Laras dan Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany.
Selain itu dihadiri pula oleh Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, Pepen Nazaruddin, dan jajaran dari Forpimda Kota Tangerang Selatan.
Usai dari Kota Bekasi, Mensos melanjutkan peninjauan langsung ke Kota Serang, Banten untuk penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) oleh PT Pos Indonesia.
Untuk di Provinsi Banten, jumlah penerima BST sebanyak 438.452 KPM, yang tersebar di 6 kabupaten dan kota. Di Kota Serang sebanyak 5.768 KPM, sedangkan di Kabupaten Serang untuk 110.986 KPM.
“Hingga saat ini, penyaluran BST dilaksanakan melalui kerja sama Kemensos dengan PT Pos Indonesia kepada sejumlah KPM di seluruh Indonesia, ” ungkapnya.
Penyaluran BST telah dilaksanakan sejak 22 April lalu, sekaligus merupakan wujud komitmen bahwa negara hadir sesuai dengan tagline Kementerian Sosial HADIR.
“Ini merupakan bentuk aksi nyata pemerintah melalui Kementerian Sosial untuk melindungi segenap masyarakat yang terdampak Covid-19, ” tandas Mensos.
Berkat dukungan dari berbagai pihak terkait, penyaluran BST diharapkan bisa berjalan dengan baik dan memberikan manfaat serta meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan KPM.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada PT Pos Indonesia, Pemda Provinsi Banten, Pemda Kota Serang dan Pemda Kabupaten Serang, serta berbagai pihak terkait yang telah berperan aktif untuk menyukseskan penyaluran BST ini, ” ungkapnya.
Baca Juga: Kemensos Beri Bantuan kepada Nasiroh, ART di Jawa Tengah
BST disalurkan dalam bentuk uang tunai yang diberikan kepada keluarga miskin, tidak mampu, serta kelompok rentan yang terkena dampak Covid-19.
“Disalurkan kepada 9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan nilai bantuan Rp 600 ribu per KPM per bulan selama tiga bulan, sejak April-Juni, ” katanya.
Penyaluran BST dilaksanakan di seluruh Indonesia, kecuali DKI Jakarta, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, serta Kota Bekasi.
“Adanya pengecualian, karena di beberapa lokasi tersebut sudah diberikan bantuan sosial sembako oleh Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, ” ungkapnya.
Turut hadir di acara itu, Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto, Sekda Provinsi Banten, Al Mukhtabar, Wali Kota Serang, H Syafrudin; serta Wakil Bupati Serang, H.Pandji Tirtayasa.
Selain itu Dirut PT. Pos Indonesia, Barkah Hadi Mulyono, Dirjen Penanganan Fakir Miskin, Asep Sasa Purnama, Pejabat Eselon II Kemensos, serta Tim Teknis Mensos, Angga Dian Purnama.
Berita Terkait
-
Pemkot Jogja Pastikan Data Penerima Bantuan COVID-19 Tidak Dobel
-
Mensos : Dunia Usaha Miliki Peran Strategis dalam Upaya Penanganan Covid-19
-
Pernah Terdata dalam Keluarga Tak Mampu, Guru SD Ini Kembalikan Bansos
-
Tahap Keempat Donasi Nurani Astra: Paket Sembako Susul Ventilator dan Truk
-
Mensos Minta Sonny Manalu Berkontribusi dalam Dewan Jaminan Sosial Nasional
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
Terkini
-
Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina
-
Mendag 'Senang' Rupiah Melemah, Bisa Cuan dari Ekspor
-
Rupiah Semakin Tak Berharga, SBY Beberkan Ciri Pemimpin yang Kuat
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Rupiah Rp18.000 per Dolar: Apakah Indonesia Sedang Mengulang Krisis 1998?
-
Waspada Gejolak Ekonomi, BI Siapkan Amunisi Cadangan Devisa USD 146 Miliar
-
Rupiah Tembus Rp18.000, Bank Indonesia Siapkan Langkah Intervensi
-
Purbaya Ngotot Bantah Rupiah Lemah Gegara Fiskal, Siap Buka-bukaan Minggu Depan
-
Mohon Bersabar Emak-emak! HET MinyaKita Pasti Naik Tapi Harganya Belum Ditentukan
-
Pemicu IHSG Anjlok 3% hingga 716 Saham Merah di Perdagangan Sesi I