Pada Maret 2020, Liza berhasil membuku volume transaksi senilai Rp 1,9 miliar untuk 908 transaksi selama 30 hari. Masyarakat yang bertransaksi pun beragam, dari pedagang pasar, penangkap ikan, pekerja pabrik, dan masyarat umum.
Terdapat sejumlah pasar di sekitar warung tempat Liza berjualan, yakni Pasar Minggu yang buka sekali sepekan, Pasar Kilo Satu dan Pasar Kilo Empat yang buka setiap hari.
“Uni banyak melayani pedagang pasar di sini. Agen ayam, agen beras, agen telur, pekerja pabrik. Kalau agen ayam biasanya sehari transaksi di Uni sekitar Rp 25-30 juta sehari. Kalau agen beras kadang Rp 30 sampai Rp 40 juta sehari. Mereka kan takut bawa uang tunai, jadi setor lewat uni,“ katanya singkat.
Liza memungut fee berdasarkan jumlah transaksi yang dilakukan. Untuk setor tunai dengan nominal Rp 1-3 juta, ia mengenakan biaya admin sebesar Rp 8 ribu. Sementara, transaksi Rp 6-9 juta sebesar Rp 20 ribu dan transaksi hingga Rp 30 juta berkisar Rp 55 ribu.
Setiap bulan, tak kurang dari Rp 5 juta rupiah berhasil dikantongi Liza dari usahanya sebagai agen BRILink BRI. Ia membuka warungnya dari pukul 07.30 pagi hingga pukul 23.00 malam.
Dia beralasan, banyak pedagang pasar yang transaksinya di malam hari menjelang buka pasar pada pukul 02.00 dini hari.
Dukungan BRI memang sangat terasa bagi masyarakat kecil seperti Liza, terlebih di tengah bencana yang semakin mempersempit ruang gerak ekonomi domestik dan global. Berbagai kemudahan dan kelonggaran ditawarkan oleh BRI melalui agen BRILink.
Masyarakat tak perlu repot menjangkau kantor operasional bank, cukup dengan mengunjungi agen BRILink, masyarakat sudah dapat bertransaksi, seperti transfer, tarik tunai, setor tunai, pembelian token listrik, pulsa, hingga pembayaran BPJS Kesehatan.
Kemudahan inilah yang membuat Liza terus berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat di sekitarnya. Beberapa waktu lalu, Liza mendapatkan kesempatan untuk menjadi penyalur bantuan corporate social responsibilty (CSR) BRI bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 di daerah Perawang.
Baca Juga: Di Tengah Pandemi Covid-19, Transaksi Digital Bank BRI Naik 61 Persen
Liza mendapat kesempatan menyalurkan 40 paket bantuan sembako bagi warga masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut merupakan salah satu program BRI Peduli Tanggap Darurat Pencegahan Covid-19 yang menyalurkan 50.000 paket sembako melalui agen BRILink di seluruh Indonesia.
“Uni tahu kehidupan warga di sini, semakin sulit semenjak Covid-19. Ada rasa kasihan. Uni bersyukur sekali ada BRI yang beri bantuan lewat Uni. Di sekitar sini banyak penjaring ikan di Sungai Siak, yang sudah tak kerja semenjak Covid-19 ini. Alhamdulillah BRI bisa bantu orang-orang di sekitar Uni,“ tuturnya
Sejumlah langkah memang telah BRI lakukan untuk menekan dampak Coid-19 yang melanda Indonesia sejak 2 bulan terakhir. Pada kesempatan lain, BRI juga telah menyalurkan 2.000 unit alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis yang berada di garis depan penanganan wabah Covid-19 dan membagikan 5.000 botol hand sanitizer kepada warga masyarakat di sejumlah wilayah di Jabodetabek.
Selain itu, BRI juga melaksanakan sosialisasi dan pembinaan bagi masyarakat di zona merah mengenai bahaya dan penanganan Covid-19. BRI juga telah melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa propinsi yang terdampak, seperti Jakarta, Medan, dan Surabaya.
Program CSR BRI Peduli juga fokus terhadap pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yaitu dengan menyalurkan bantuan 1 juta masker kepada para pedagang melalui 5.382 kantor unit BRI di seluruh Indonesia. Kegiatan ini langkah nyata BRI terlibat langsung dalam “perang” melawan Covid -19.
Berita Terkait
-
Bank BRI Segera Susun Usulan Skenario Implementasi The New Normal
-
Pekerja BRI Grup Kumpulkan Rp 22,16 Miliar untuk Warga Terdampak Covid-19
-
Begini Menariknya Nabung di Bank Syariah, Banyak Berkah dan Faedah
-
BRI Gandeng Platform Online Salurkan Kredit Usaha Rakyat Digital
-
BRI Beri Pinjaman Bunga Rendah bagi Mitra Gojek dan Grab
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa
-
MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar
-
IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol
-
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa
-
Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027
-
Juli 2026, Pemerintah Mulai Produksi CNG Rumah Tangga Pengganti LPG
-
Harga LNG Naik, INDEF Ingatkan Pemerintah Mitigasi Risiko PHK Industri
-
Purbaya Akui Pemda RI Belum Siap Rilis Surat Utang, Ogah Bangkrut Seperti Argentina
-
Kartu Kredit Infinite Prioritas Hasil Kolaborasi BRI dan Visa: Hadirkan Banyak Keuntungan Eksklusif
-
Beri Kode Jempol Oke! Purbaya dan Nanik Mulai Timbang Pangkas Anggaran MBG?