Suara.com - Jatuhnya harga emas hingga 5,3 persen, membuat laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut-ikutan jatuh dengan dibuka melemah ke level 5.189 pada Rabu (12/8/2020).
Melansir data RTI, IHSG turun tipis 1 poin ke level 5.189 atau atau 0,02 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin di level 5.190.
Begitu juga dengan indeks LQ45 yang ikutan turun tipis 0,61 poin atau 0,08 persen menuju level 811.
Analis pasar modal dari MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, titik terang penemuan vaksin Corona dan lebih bagusnya rilis data ekonomi dibanding perkiraan awal mendorong harga emas terjun bebas.
Dan bukan mustahil harga emas akan terus terkapar kedepannya.
"Sehingga tidak berlebihan jika investor sudah harus mengurangi bobot saham berbasis logam emas (seperti MDKA, ANTM, PSAB, UNTR)," kata Edwin dalam analisanya, Rabu (12/8/2020)
Apalagi kata dia jika dikombinasikan dengan jatuhnya Indeks Dow Jones sebesar 0,38 persen serta jatuhnya EIDO 0,58 persen maka menjadi sentimen yang kurang sedap bagi investor dihari Rabu ini.
IHSG diperkirakan bergerak pada rentang 5.141 hingga 5.226, adapun saham-saham yang direkomendasikan hari ini adalah BBNI, ERAA, BBRI, ASII, INDF, AKRA, WIKA, BRPT, CTRA dan GGRM.
Sementara itu mayoritas bursa saham bergerak bervariasi. Bursa saham benua kuning bergerak bervariasi pada perdagangan Selasa kemarin.
Baca Juga: IHSG Bakal Melemah Mengikuti Data Ekonomi yang Deflasi
Indeks Hang Seng ditutup menguat sebesar 2,11 persen, lalu indeks Shanghai ditutup melemah 1,15 persen dan Indeks Kospi ditutup menguat 1,35 persen.
Wall Street ditutup melemah dikarenakan aksi profit taking serta dari terpangkasnya nilai kapitalisasi pasar saham-saham teknologi seperti saham Facebook dan Amazon yang turun lebih dari 2 persen serta dari keraguan tentang apakah Rusia telah mengembangkan vaksin yang aman dengan jangka waktu yang cepat.
Dari pasar komoditi, harga minyak kelapa sawit melemah sebesar 1,67 persen, harga emas melemah 5,13 persen dan harga batubara melemah 1,99 persen.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat sebesar 0,63 persen ke level 5.190.
Sentimen penggerak pasar hari ini diantaranya bursa saham AS yang melemah membawa sentimen negatif untuk perdagangan hari ini.
Selain itu perlu dicermati perkembangan vaksin Covid-19 yang masih dalam fase uji coba, sementara dari Rusia mengumumkan bakal menjadi negara pertama yang menemukan vaksin Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
IHSG Tertekan! Asing Lepas Saham Blue Chip Senilai Rp1,1 Triliun
-
Tiket Pesawat Gratis PPN dan Diskon Kereta, Ini Rincian Stimulus Ekonomi Rp26,3 Triliun
-
BI Siapkan Wirausaha Baru dan Jutaan Peluang Kerja lewat Program Transformasi UMKM Nasional
-
Gejolak Timur Tengah Bikin LNG Mahal, Indonesia Tak Bisa Menghindar
-
Pertamina: Investasi Terbaik Bukan Teknologi, Tapi SDM Unggul
-
BUMN RI Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Sumber Cuan, Biaya Pakan Ternak Turun 60%
-
IHSG Belum Aman, MNC Sekuritas Prediksi Koreksi Berlanjut Sebelum Menguat
-
Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T