Suara.com - Sebagai lembaga intermediasi sekaligus penghimpun dana masyarakat, perbankan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Selanjutnya, perbankan menyalurkan dana dari pihak yang kelebihan dana (surplus) ke pihak yang membutuhkan dana (defisit).
Di tengah kondisi makroekonomi yang rentan gejolak (volatile), penuh ketidakpastian (uncertain), kompleks (complex), serta ambigu (ambigous), tingkat kesehatan perbankan semakin mendapatkan perhatian serius agar risiko berdampak sistemik di masyarakat dapat diminimalisasi.
Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.16/11/PBI/2014 tentang Pengaturan dan Pengawasan Makroprudensial, risiko sistemik merupakan potensi instabilitas sebagai akibat terjadinya gangguan yang menular (contagion) pada sebagian, atau seluruh sistem keuangan.
Atas dasar pemikiran tersebut, penghargaan kepada lembaga perbankan yang dapat mempertahankan tingkat kesehatan kinerjanya di tengah pada situasi krisis akibat pandemi Covid-19 perlu diberikan.
"Penghargaan bertajuk Indonesia Best Bank Award 2020 "Survive the Inevitable Future" ini, kami persembahkan pada bank-bank yang masuk dalam kategori sangat sehat dan sehat," papar Muhammad Ihsan, CEO Warta Ekonomi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/8/2020).
Di sisi lain, kata Ihsan, melalui perhelatan ini, dapat lebih mendorong semangat dunia perbankan, secara keseluruhan untuk dapat menjalankan kinerjanya secara maksimal guna menopang roda perekonomian nasional.
Penghargaan Indonesia Best Bank Award 2020 “Survive the Inevitable Future” ini, diberikan kepada 82 bank dalam kategori sangat sehat dan sehat, yang diharapkan dapat lebih mendorong semangat dunia perbankan untuk dapat menjalankan kinerjanya secara maksimal guna menopang roda perekonomian nasional.
Di tengah ancaman resesi ekonomi, ada saja oknum yang berusaha mengajak nasabah menarik simpanannya di bank. Masyarakat diminta mengabaikan segala ajakan yang bisa memicu kekhawatiran.
Baca Juga: Cara Mengambil Uang di ATM Tanpa Kartu pada Berbagai Bank
Beberapa waktu lalu, beredar broadcast via WhatsApp yang mengumumkan bahwa Indonesia akan masuk dalam resesi ekonomi. Masyarakat diimbau segera menarik dananya di bank sebagai antisipasi.
Direktur CORE Indonesia Piter Abdullah menyarankan masyarakat jangan panik. Menurutnya, resesi merupakan suatu kondisi yang wajar terjadi, sebagai dampak dari terbatasnya aktivitas sosial ekonomi di tengah pandemi.
Dia menggarisbawahi, resesi bukanlah kiamat. Sebab, hampir semua negara mengalami resesi. Begitu pula Indonesia yang sudah berada di ambang resesi.
"Tidak perlu panik, apalagi sampai berbondong-bondong tarik uang dari bank. Informasi itu sesat. Perbankan kita masih stabil. Percaya saja kepada pemerintah dan perbankan. Semua akan baik-baik saja,” tandasnya.
Piter mengingatkan, meski terancam resesi, posisi permodalan atau Capital Adequate Ratio (CAR) perbankan hingga saat ini masih di kisaran 20 persen. Posisi ini melampaui batas permodalan yang ditetapkan dalam ketentuan Basel I hingga Basel III.
"Kalau merujuk pada ketentuan Basel I yang membatasi CAR pada kisaran delapan persen. Jadi kondisi perbankan kita jauh di atas batas minimum permodalan untuk berjaga-jaga,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
Terkini
-
Dear Gen Z, Ini Tips dari Menkeu Purbaya untuk Investasi ke Pasar Saham
-
Harga Emas Diprediksi Menguat ke US$ 5.000, Pantau Logam Mulia Antam Terkini
-
Resmi Diluncurkan, Program PINISI 2026 Jadi Senjata Bank Indonesia dan Pemerintah Genjot Ekonomi
-
Pasokan Terhambat Blokade, Harga Minyak Terus Merangkak Naik, Tembus 108 Dolar AS
-
Tiga Korban Selamat Sudah Dievakuasi, Basarnas Lanjut Sisir Seluruh Gerbong Kereta
-
Rupiah Berbalik Melemah, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.246
-
Terus Bertambah, Korban Tewas Tabrakan KA Bromo Anggrek dengan KRL Jadi 14 Orang
-
IHSG Bergerak Dua Arah Selasa Pagi, Tapi Kecenderungan Melemah
-
Harga Pangan Hari Ini 28 April: Cabai Rawit Merah Meroket Rp165 Ribu Per Kilogram
-
Detik-detik Evakuasi Tiga Korban Selamat Terjepit Gerbong KA di Bekasi Timur