Suara.com - Ekonom senior Indef Didik J Rachbini menyoroti jumlah utang di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ditaksir meningkat lebih tinggi dibandingkan rezim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Didik menilai penerbitan surat utang era Jokowi sudah terlampau tinggi, apalagi di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.
"Jumlah penerbitan utang zaman presiden Jokowi tiga kali lipat. Utang tersebut 300 persen dari anggaran total SBY," kata Didik dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (2/9/2020).
Melihat situasi ini, Didik menambahkan akan menjadi beban selanjutnya bagi presiden yang akan terpilih nantinya, mengingat era ini merupakan periode terakhir Jokowi menjadi orang nomer satu di Indonesia.
"(Presiden selanjutnya) harus siap-siap menerima tumpukan utang yang dibikin pada saat ini Jadi utangnya ini besar," katanya.
Utang Indonesia per Juli 2020 menyentuh angka Rp 5.434,86 triliun setelah pada Desember 2019 tercatat Rp 4.779,28 triliun. Itu artinya, dalam tujuh bulan terakhir, utang bertambah Rp655,58 triliun.
Penambahan utang yang segunung ini untuk memberi ruang bagi belanja negara. Belum lagi pagebluk corona yang melanda membuat pemerintah mencari pendanaan lain akibat minimnya setoran pajak.
Selain utang di APBN, dirinya juga menyoroti makin membengkaknya utang BUMN yang ditaksir sudah mencapai Rp 7.248 triliun, belum lagi utang yang dimiliki swasta.
"Ada juga utang di luar APBN yaitu utang BUMN, utangnya itu sekarang bertambah Rp 7.248 triliun. Utang publik ya utangnya pemerintah daerah, utangnya pemerintah pusat, utangnya BUMN," katanya.
Baca Juga: Soeharto Bapak Utang Luar Negeri, Penerusnya Cuma Lanjutkan Tambah Utang
"Dalam kategori sistem moneter internasional, itu dianggap sebagai utang. Bila ditambah dengan utang Bank BUMN, itu menjadi lebih dari Rp 10.000 triliun. Kalau itu gagal bayar, yang membayar adalah APBN," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Resmi! Indonesia Masuk Daftar Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031
Terkini
-
Redam Gejolak Pasar, Menko Airlangga Lobi Langsung Investor Institusional
-
Strategi Discovery E-Commerce Jadi Kunci Lonjakan Penjualan Jelang Ramadan 2026
-
5 Alasan Utama Perdagangan Kripto Berbeda dengan Perdagangan Forex Meskipun Grafik Terlihat Sama
-
Purbaya Sebut Revisi UU P2SK Bisa Perbaiki Gejolak Pasar Saham
-
Rupiah Terpeleset Jatuh Setelah Ada Kabar Misbakhun Jadi Calon Ketua OJK
-
IHSG Tertekan, OJK dan BEI Didorong Perbaiki Kepercayaan Pasar
-
BEI Naikkan Batas Free Float Jadi 15%, 267 Emiten Terancam Delisting Jika Tak Patuh
-
Skandal PIPA Bikin BEI Memperketat Syarat IPO Saham, Model Bisnis Jadi Sorotan
-
Timbunan Sampah Capai 189 Ribu Ton Per Hari, Pemerintah Dorong Program Waste to Energy
-
Asosiasi Emiten Minta Kewajiban Free Float 15 Persen Diterapkan Bertahap