Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, cuaca yang sedang tidak bersahabat, membuat petani harus ekstra hati-hati dalam menjaga lahan. Dalam kondisi seperti ini, ia menilai keputusan untuk mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) adalah pilihan terbaik.
“Jaminan terbaik untuk menjaga lahan pertanian adalah mendaftarkan lahan pertanian ke AUTP. Biar asuransi saja yang menjaga lahan kita. Jika ada musibah yang menyebabkan gagal panen, klaim asuransi akan menggantinya,” tuturnya, Jakarta, Minggu (13/9/2020).
“Pada akhir Maret 2020, BMKG merilis bahwa awal musim kemarau di Indonesia bervariasi, sebagian besar dimulai Mei -Juni 2020. Hasil pemantauan perkembangan musim kemarau hingga akhir Agustus 2020 menunjukkan bahwa hampir seluruh wilayah Indonesia (87 persen) sudah mengalami musim kemarau,” tambahnya.
AUTP terbukti membantu petani di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, untuk menghindari kerugian. Sebanyak 800 hektare lahan pertanian di Bekasi terancam gagal panen akibat kekeringan.
Pada kesempatan lain, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengatakan, dalam AUTP, premi yang harus dibayarkan pun relatif terjangkau, sebesar Rp 180.000 /hektare /MT.
“Sedangkan nilai pertanggungan sebesar Rp 6.000.000/hektare/MT. Asuransi ini memberikan perlindungan terhadap serangan hama penyakit, banjir, dan kekeringan. Petani dijamin tidak akan merugi karena lahan sudah ter-cover asuransi,” katanya.
Ia menambahkan, keuntungan berasuransi adalah petani bisa segera melakukan tanam kembali, karena asuransi adalah bagian dari mitigasi bencana yang bisa meng-cover lahan pertanian dari berbagai ancaman.
Untuk mengikuti AUTP, petani bisa bergabung dengan kelompok tani. Selain mendapatkan informasi, petani juga bisa dibantu mengisi formulir pendaftaran dengan mencantumkan NIK, luas lahan, dan jumlah petak yang diasuransikan.
Setelah itu, data akan direkapitulasi oleh koordinator dan disampaikan ke dinas pertanian untuk ditetapkan.
Baca Juga: Program Kerja Kementan Diminta Menyasar pada Petani
“Berdasarkan form pendaftaran, perusahaan asuransi akan melakukan assesment pendaftaran, dan mengkonfirmasi pembayaran premi. Premi swadaya bisa dibayarkan ke rekening asuransi pelaksana. Setelah itu, polis aktif dan terbit secara otomatis melalui aplikasi SIAP,” terang Sarwo.
Bentuan premi sebesar 80 persen akan dibayarkan, jika dinas pertanian telah membuat Daftar Peserta Definitif (DPD) AUTP. Setelah ini, baru petani dinyatakan sah menjadi peserta AUTP pada musim tanam yang didaftarkan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Nayu Kulsum mengatakan, lahan padi seluas 800 hektare di Kabupaten Bekasi terancam kekeringan, jika musim kemarau masih berlanjut hingga beberapa bulan ke depan.
Nayu mengatakan, dari total 5.000 hektare target tanaman padi pada periode masa tanam September 2020, baru 800 hektare yang sudah berhasil ditanam.
"Sisanya tidak terealisasi mengingat perhitungan musim kemarau yang dapat menggagalkan produktivitas tanaman padi," katanya.
Nayu menyebut, selain kemarau, faktor penyebab kekeringan di lahan pertanian Kabupaten Bekasi adalah kerusakan saluran irigasi dan letak lahan pertanian yang lebih tinggi dari saluran irigasi sehingga membutuhkan pompa air untuk mengaliri areal persawahan.
Berita Terkait
-
Mentan Kunjungi Food Estate Hortikultura, Program Super Prioritas Kementan
-
Mentan : Petani harus Antisipasi Kondisi yang Bisa Ancam Lahan Pertanian
-
Banjir di Kabupaten Landak, Mentan Minta Petani Data Lahan yang Kebanjiran
-
1 September 2020, Petani di 4 Kawasan Ini akan Terima Kartu Tani
-
Kartu Tani Membuat Pendistribusian Pupuk Bersubsidi Jadi Tepat Sasaran
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
Purbaya Bulka Peluang Tarik Pajak E-commerce 2026
-
Siap-siap! Menkeu Purbaya Kasih Sinyal IHSG Melesat ke 10.000
-
Bansos Beras 10 Kg Dipastikan Lanjut di 2026 untuk 18 Juta Penerima
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Perdagangan Perdana 2026, Harga Minyak Dunia Naik Tipis
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Kontribusi Pasar Modal Indonesia Tertinggal dari Negara Tetangga, Apa Penyebabnya?
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Awal Tahun 2026, Rupiah Dibuka Keok Lawan Dolar Amerika Serikat
-
Pemilik Pagar Laut Tangerang yang Ramai Dibahas Pandji Pragiwaksono