Suara.com - Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Akhmad Musyafak melaporkan bahwa kinerja ekspor pertanian pada periode Agustus 2020 mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yakni sebesar 8,6 persen atau naik menjadi 2,4 miliar dolar ASdibanding periode yang sama pada tahun 2019 yang hanya 2,2 miliar dolar AS.
"Secara kumulatif nilai ekspor pertanian periode Januari-Agustus 2020 mencapai 2,4 miliar dolar AS atau meningkat dari sebelumnya yang hanya 2,2 miliar dolar AS," kata Musyafak, Kamis, 17 September 2020.
Di samping itu, kata Musyafak, ekspor olahan pertanian juga turut meningkat pada periode yang sama. Kondisi ini membuktikan bahwa sektor pertanian merupakan solusi pasti atas perbaikan ekonomi di tengah pandemi covid-19 yang masih melanda seluruh dunia.
"Olahan pertanian pada periode Januari-Agustus 2020 mencapai 15,92 miliar dolar AS atau meningkat 5,4 persen dibanding periode yang sama tahun 2019 yang hanya 15,09 miliar dolar AS," katanya.
Kenaikan yang sama juga terjadi pada Nilai Tukar Petani (NTP) periode Agustus 2020, yakni sebesar 100,65 atau meningkat 0,56 persen dibanding bulan Juli 2020 yang hanya 100,09.
"Dilihat berdasarkan subsektor, nilai NTP yang mengalami peningkatan antara lain sub sektor tanaman pangan dan sub sektor perkebunan. Sedangkan untuk subsektor hortikultura dan subsektor peternakan mengalami penurunan," katanya.
Sebagai informasi, NTP merupakan indikator proxy kesejahteraan petani, dimana mempunyai kegunaan untuk mengukur kemampuan tukar produk yang dijual petani dengan produk yang dibutuhkan petani dalam produksi dan konsumsi rumah tangga.
Sementara itu, urutan bobot subsektor dalam perhitungan NTP meliputi Tanaman Pangan 47,37 persen, Tanaman Perkebunan 25,39 persen, Peternakan 13,71 persen, Hortikultura 10 persen, dan Perikanan 3,53 persen. Dengan begitu, semakin tinggi bobot, maka semakin mempunyai pengaruh besar terhadap nilai NTP.
"Komoditas yang mempunyai bobot diatas 5 persen pada masing-masing sub sektor adalah sub sektor Tanaman Pangan meiluputi Gabah 75,44 persen, jagung 13,95 persen, Ketela Pohon 521 persen. Untuk sub sektor perkebunan meliputi Kelapa Sawit 26,54 persen, Karet 26,37 persen, Kopi Kakao 7,87 peraen, Tebu 7,62 persen, Cengkeh 6,46 persen.
Baca Juga: Kementan Lindungi Penerima Pupuk Subsidi dengan Permentan 10/2020
Sementara untuk subsektor Hortikultura antara lain Bawang Merah sebesar 12,61 persen, Cabai Rawit 12,11 persen, Cabai Merah 10,87 persen, Kentang 8,43 persen, Pisang 6,48 peraen, dan Jeruk 5,75 persen. Sedangkan untuk subsektor Peternakan meliputi Sapi Potong 39,69 persen, Ayam Pedaging 21,13 persen, Telur 12, 11 persen, sapi Perah 6,39 persen.
Di samping itu, tingkat Inflasi di bulan Agustus 2020 untuk Kelompok Makanan, Minuman, danTembakau paling rendah dibanding kelompok pengeluaran lain, yaitu 0,86 persen (deflasi).
"Inflasi tahun ke tahun untuk Kelompok Makanan, Minuman, danTembakau di bulan Agustus sebesar 0,79 dan lebih rendah dibanding tingkat inflasi umum yang besarnya 1,32 persen," katanya.
Sebagai informasi, inflasi tahun kalender 2020 untuk Kelompok Makanan, Minuman, danTembakau sebesar 1,31 persen termasuk kategori inflasi ringan (creeping inflation). Dengan inflasi ringan, maka ada insentif bagi dunia usaha, tapi juga tidak memberatkan konsumen. Inflasi kategori ini tidak membahayakan bagi perekonomian.
Berita Terkait
-
Kementan Lindungi Penerima Pupuk Subsidi dengan Permentan 10/2020
-
Pembangunan Embung di Kota Batu Bangkitkan Semangat Petani
-
Program Food Estate Bakal Digarap Kementan dengan Maksimal
-
Dengan Asuransi, Petani Sinjai Tidak akan Rugi
-
Cuaca Tak Bersahabat, Mentan Ingatkan Petani Ikut Asuransi Usaha Tani Padi
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina
-
IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong
-
Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan
-
Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara
-
Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?
-
Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB
-
Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli
-
Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD
-
Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif
-
Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran