Suara.com - Pernah mendengar istilah mixed-use? Sebuah konsep pembangunan multifungsi yang terpadu dan saling terhubung. Proyek jenis ini biasanya dibangun di lokasi strategis dan terdiri dari apartemen, mal, perkantoran hingga hotel dalam satu area.
Menurut Hammy Sugiharto, Head of Marketing SQ Res, belakangan konsep mixed-use ini banyak dicari oleh calon pembeli apartemen, hal tersebut disebabkan konsep ini menawarkan banyak keuntungan.
Pertama, hunian mixed-use dapat menghindari penghuni apartemen dari kemacetan. Hal ini disebabkan karena apartemen dibangun berdekatan dengan pusat perbelanjaan ataupun perkantoran sehingga memungkinkan penghuninya menuju tempat tersebut hanya dengan berjalan kaki atau bersepeda.
Kedua, setiap penghuni apartemen akan dapat dengan mudah mendapatkan kebutuhan sehari-hari karena hunian mixed-use dibangun berdekatan dengan pusat perbelanjaan. Sehingga, para penghuni apartemen dapat sangat mudah berbelanja memenuhi kebutuhan mereka.
Ketiga, keuntungannya adalah banyak proyek mixed-use dibangun di pusat kota. Kondisi ini bisa dijadikan solusi untuk mereka yang ingin memiliki hunian strategis yang dapat mempercepat mobilitas kemana saja.
Keempat, kawasan mixed-use banyak dipenuhi dengan sarana untuk pejalan kaki. Karena aktivitas penghuni apartemen tidak banyak menggunakan kendaraan. "Karenanya pengembang membangun fasilitas untuk pejalan kaki yang nyaman untuk digunakan,” kata Hammy dalam siaran pers yang diterima Suara.com, beberapa waktu lalu.
Nah, jika Anda saat ini tertarik untuk membeli apartemen di kawasan mixed-use, apartemen SQ Res bisa menjadi pilihan yang terbaik.
Hunian vertikal yang berada di Jalan RA Kartini, Cilandak Barat, TB Simatupang, Jakarta Selatan, tersebut dibangun oleh pengembang terkemuka PT Intiland Development Tbk.
SQ Res berada di kawasan South Quarter. Selain hunian, Intiland juga membangun gedung perkantoran dan area komersial SQ Dome.
Baca Juga: Pameran Indonesia Properti Virtual Expo Diperpanjang Hingga 15 Oktober
Apartemen ini dikembangkan di atas lahan seluas 1,3 hektar, apartemen ini terdiri dari dua tower (tower D dan E) dengan tinggi mencapai 21 lantai.
Dari dua tower tersebut pihak pengembang menyediakan sebanyak 700 unit apartemen yang terbagi menjadi berbagai tipe. Mulai dari tipe studio (30 m²), 1 bedroom (36 m²), 1 bedroom (45 m²), 1 bedroom + study (60 m²), 2 bedroom + corner (86 m²), 2 bedroom (93 m²), dual key (117 m²).
Adapun harga satu unit apartemen SQ Res dijual mulai dari Rp 1,1 miliar.
Lokasi apartemen tersebut terbilang sangat strategis karena berdekatan dengan area Central Business District (CBD) TB Simatupang. Daerah ini sejak lama dikenal sebagai lokasi perkantoran untuk perusahaan dalam dan luar negeri.
Jika Anda terbiasa beraktivitas menggunakan transportasi umum, apartemen SQ Res juga hanya berjarak 500 meter dari Stasiun MRT Fatmawati dan berjarak 600 meter dari Stasiun MRT Lebak Bulus.
Tidak hanya itu, hunian vertikal ini juga dikelilingi dengan berbagai fasilitas umum seperti fasilitas kesehatan (RS Siloam, RS Mayapada, dan RS Pondok Indah) dan sekolah bertaraf internasional (Jakarta Intercultural School, Singapore Intercultural School, Cikal Cilandak Primary School dan High Scope).
Untuk memanjakan penghuninya, apartemen ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas menarik, mulai dari sarana olahraga, seperti kolam renang, jogging track, fitness center, restoran, cafe, elevated walkway, ruang pertemuan, area bermain anak-anak, sauna, ATM Center, parkir mobil dan sepeda, studio yoga, ruang kesehatan.
Berita Terkait
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Update Kebakaran Apartemen Mediterania: Pemadaman Tuntas, Tim Damkar Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
-
Menerobos 'Lorong Hitam' Lantai 26: Kisah Joy Lolos dari Kebakaran Apartemen Mediterania
-
Kesaksian Mencekam Penghuni Apartemen Mediterania: Terjebak Asap Hitam, Alarm Tak Bunyi
-
Detik-detik Mencekam di Apartemen Mediterania: Alarm Tak Bunyi, Warga Panik
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu
-
Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite
-
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil
-
Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik