Suara.com - Ada banyak istilah yang digunakan dalam iklan programmatic, contohnya DSP dan SSP. Apa itu DSP dan SSP? Apakah ada keterkaitan antara keduanya? Kerap dijumpai, orang yang baru terjun di iklan programmatic pernah mendengar namun belum sepenuhnya paham dengan kedua istilah tersebut.
Terlebih lagi, artikel berbahasa Indonesia yang membahas mengenai istilah-istilah dalam iklan programmatic secara garis besar masih sulit ditemukan. Padahal, memahami DSP dan SSP sangat penting dalam iklan programmatic.
Mari kita mulai dengan DSP atau Demand Side Platform. DSP memberikan akses kepada pengiklan untuk mempromosikan iklan digital mereka di berbagai ad exchange atau bursa iklan, termasuk opsi untuk tracking iklan, melakukan bidding secara real-time, targeting, dan optimasi.
Lain lagi dengan SSP atau Supply Side Platform yang ditujukkan untuk para publisher atau penerbit, dimana fungsi utamanya adalah mengelola pemasangan iklan di website atau mobile app, termasuk opsi untuk otomasi, optimasi, meningkatkan performa, dan mengatur harga dari masing-masing slot iklan yang ditawarkan.
Nah, untuk merangkum semuanya, merujuk dari Polus Media, DSP secara keseluruhan mencakup:
1. Memberikan akses kepada pengiklan untuk membeli impresi dari berbagai situs publisher
2. Dapat mentarget secara spesifik kelompok-kelompok user tertentu, berdasarkan informasi mengenai lokasi dan riwayat browsing yang mereka lakukan sebelumnya
3. Penerbit atau Publisher menyediakan impresi iklan melalui bursa iklan, dan DSP memutuskan mana yang harus dibeli
Sementara SSP bisa dirangkum sebagai berikut:
Baca Juga: Facebook Bakal Larang Iklan yang Mencegah Vaksinasi
1.SSP memberikan impresi kepada bursa iklan, kemudian DSP sebagai perantara pengiklan, menganalisa dan membeli impresi tersebut
2. Impresi yang diberikan oleh publisher melalui SSP bisa berdasarkan lokasi dan tipe audiens yang ditarget oleh pengiklan
3. SSP memberikan kontrol kepada publisher untuk mengatur harga dasar inventori yang akan mereka jual kepada pengiklan
Namun, selain DSP dan SSP, ada juga yang disebut sebagai DMP atau Data Management Platform yang fungsinya mengambil dan mengolah data dari berbagai platform agar pengiklan mendapatkan insight marketing yang berguna, supaya performa iklan mereka semakin baik. Biasanya hasil olah data yang disediakan oleh DMP akan membantu pengiklan untuk menentukan targeting dengan tepat.
Bagaimana DSP dan SSP dalam iklan programmatic bekerja serta berhubungan satu dengan yang lainnya? Secara garis besar, alurnya adalah pengiklan melakukan promosi produknya dengan mencari slot iklan yang cocok melalui DSP.
Biasanya, pengiklan memiliki target yang ingin dicapai. Disini, pengiklan juga dapat melakukan bidding pada inventori di bursa iklan yang disediakan oleh berbagai website dan mobile app dari penerbit. Proses ini juga terkoneksi pada DSP yang digunakan oleh penerbit untuk mendistribusikan iklan-iklan ke inventori mereka sesuai dengan target yang diinginkan oleh pengiklan.
Berita Terkait
-
Facebook Bakal Larang Iklan yang Mencegah Vaksinasi
-
Studi: Pembatasan Iklan Produk Tak Sehat Turunkan Angka Obesitas pada Anak
-
BTS Dapat Penghargaan Namun Hyundai Malahan Hapus Iklan
-
BTS alias Bangtan Boys Dapat Penghargaan, Hyundai Hapus Iklan
-
Hyundai Menghapus Iklan BTS di China Akibat Pernyataan Ini
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau
-
Wanti-wanti LPG Mau Digantikan CNG: Bahaya, Tekanannya 25 Kali Lipat!
-
Alasan Perang Iran Bikin Harga BBM Tetap Mahal Meski Pasokan Minyak Dunia Melimpah
-
RUPST Bank Jago: Laba Tumbuh 115 Persen, Tetapkan Direksi Baru
-
BRI Life Catat Penurunan Klaim Rp1,17 Triliun di Kuartal I-2026
-
Profil Blueray Cargo: Perusahaan Spesialis Impor yang Seret Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama
-
PT Krakatau Osaka Steel Tutup dan PHK Ratusan Buruh, Kemenperin Prihatin
-
Penuhi Free Float, Prajogo Pangestu Lego Saham CUAN Sebesar Rp 467 M
-
Prioritaskan Transparansi, BRI Dukung Proses Hukum Kasus KoinWorks
-
Rupiah Menguat ke Rp 17.333/US$, Harapan Damai di Timur Tengah Jadi Tenaga