- Pemerintah Indonesia meluncurkan International Crypto Exchange (ICEx) sebagai SRO yang diawasi penuh oleh OJK.
- ICEx didukung pendanaan Rp1 triliun dari perusahaan digital terkemuka untuk mengawasi pasar aset digital.
- ICEx akan memantau integritas pasar, pelaporan transaksi, serta memfasilitasi pengembangan aset ter-tokenisasi RWA.
Suara.com - Indonesia mempertegas posisinya sebagai pemain kunci dalam ekosistem aset digital global. Melalui langkah strategis, pemerintah secara resmi meluncurkan International Crypto Exchange (ICEx), sebuah Organisasi Regulator Mandiri atau Self Regulatory Organization (SRO) yang telah mengantongi izin dan pengawasan penuh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Peluncuran ICEx bukan sekadar penambahan platform, melainkan upaya konkret Indonesia dalam membangun tata kelola pasar aset keuangan digital yang matang, transparan, dan terintegrasi sesuai standar institusional global.
Keseriusan pembangunan infrastruktur ini dibuktikan dengan dukungan pendanaan masif mencapai Rp1 triliun (sekitar USD 70 juta).
Modal ini berasal dari jajaran pemegang saham strategis yang mencakup perusahaan inovasi digital terkemuka seperti PT Aethera Inovasi Digital, PT Finora Integrasi Nusantara, hingga pelaku industri besar seperti Tokocrypto, Reku, Upbit Indonesia, dan Samuel Kripto.
Kehadiran ICEx mengadopsi praktik terbaik (best practices) internasional, mengikuti jejak kesuksesan lembaga serupa seperti FINRA di Amerika Serikat dan JVCEA di Jepang. Dengan model ini, ICEx bertugas sebagai garda terdepan dalam:
- Pemantauan Integritas Pasar: Mengawasi setiap transaksi untuk mencegah manipulasi.
- Pelaporan Perdagangan: Menjamin transparansi arus data transaksi aset digital.
- Koordinasi Regulator: Menjadi jembatan utama antara pelaku industri dengan OJK.
Sejalan dengan penguatan struktur pasar, OJK telah meresmikan izin usaha bagi PT Fortune Integritas Mandiri sebagai penyelenggara bursa aset keuangan digital melalui keputusan nomor Cap No. 2 D07 tahun 2026.
Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, menyatakan bahwa kehadiran lebih dari satu bursa merupakan strategi untuk menciptakan ekosistem yang lebih sehat.
"Ini adalah bagian dari agenda penguatan ekosistem nasional agar lebih berkelanjutan dan kompetitif," tegasnya.
Di bawah kepemimpinan Pang Xue Kai, tokoh veteran yang juga pendiri Tokocrypto, ICEx diproyeksikan tidak hanya mengawasi perdagangan kripto konvensional. Infrastruktur ini dirancang untuk membuka ruang bagi pengembangan produk inovatif seperti Real World Assets (RWA) atau aset ter-tokenisasi.
Baca Juga: Pantau Saham AS dan Kripto Kini Bisa Lebih Mudah
"Indonesia memasuki era di mana pasar aset digital harus beroperasi dengan integritas institusional. ICEx hadir sebagai infrastruktur terbuka dan tepercaya yang memberikan ruang bagi bursa untuk bersaing secara sehat serta investor untuk berpartisipasi dengan percaya diri," jelas Pang Xue Kai, CEO ICEx.
Dukungan juga datang dari komunitas blockchain nasional. Robby, Chairman Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), menilai ICEx akan mempercepat literasi digital di tanah air.
Dengan adanya pengawasan yang terstruktur, kepercayaan publik diharapkan meningkat, sehingga adopsi teknologi blockchain di kota-kota besar Indonesia dapat berkembang lebih masif.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
PMSol Mantap Ekspansi Solusi Maritim Lewat Ekosistem Digital Terintegrasi
-
Di Balik Layanan PNM, Ada Kisah Insan yang Tumbuh Bersama Nasabah
-
PEP dan PHE Catatkan Produksi Minyak Naik 6,6% Sepanjang 2025
-
Gelontorkan Rp 335 Triliun, Pemerintah Jamin Program MBG Tak Terkendala Anggaran
-
RI Gandeng China Kembangkan Energi Terbarukan dan Pembangkit Listrik dari Gas
-
Bahlil: Ada Oknum Tekan Lewat Medsos Agar Pemerintah Beri Kuota Impor ke SPBU Swasta
-
Fokus dari Hulu, Kementerian PU Bangun Puluhan Sabo Dam di Aceh
-
Stok BBM Wilayah Timur RI Terjamin Usai RDMP Balikpapan Terintegrasi TBBM Tanjung Batu
-
Produksi Minyak RDMP Balikpapan Tetap Jalan Setelah Dapat Pasokan Gas dari Pipa Senipah
-
Saham-saham Komoditas Jadi Penyelamat, IHSG Kembali ke Level 8.948