Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pengalaman pribadinya ketika menjabat sebagai menteri, dia bilang dilingkungan Kementerian Keuangan terutama di Direktorat Jenderal Perbendaharaan banyak sekali calo untuk membantu mencairkan anggaran.
"Dirjen Perbendaharaan waktu itu memiliki reputasi tidak baik. Kalau dilihat di semua kantor perbendaharaan banyak orang antre bawa map. Muncul calo untuk mencairkan anggaran," kata Sri Mulyani dalam webinar, Senin (25/10/2020).
Reputasi buruk tersebut, kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini lantaran pemerintah belum memiliki Undang-Undang di Bidang Keuangan Negara Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.
Sehingga kala itu, boleh dibilang lingkungan Dirjen Perbendaharaan masih zaman jahiliyah, dimana banyak sekali calo-calo untuk mencairkan anggaran.
"Sehingga reputasi untuk cairkan anggaran perlu bawa map, isinya uang sogokan," katanya.
Maka dari itu, setelah dirinya masuk dalam pemerintahan SBY, Sri Mulyani langsung melakukan reformasi total dengan merubah sistem kerja dalam lingkungan Kementerian Keuangan.
"Itu cara utama mulai bersihkan calo-calo anggaran, sehingga kantor-kantornya menjadi relatif baik. Dilakukan otomatisasi dalam pelayanan sehingga masyarakat makin tahu," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Deflasi Berkepanjangan Sebabkan Indonesia Alami Resesi Pada Kuartal III
-
Satu Tahun Jokowi, Kemenkeu di Bawah Sri Mulyani Sudah Ngapain Saja?
-
Indonesia Mayoritas Muslim Tapi Ekonomi Syariahnya Belum Optimal
-
Pandemi, Insentif Pajak Jadi Kurang Dilirik Dunia Usaha
-
Kasus Suap Wali Kota Tasikmalaya, KPK Panggil Pegawai Kementerian Keuangan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua
-
Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?
-
Ini Cara Kiai Ashari Kumpulkan Uang untuk Ponpes Ndholo Kusumo
-
Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022
-
OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi
-
Industri Kretek Indonesia Terancam Mati
-
Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara
-
Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang
-
Anomali IHSG Pekan Ini: Indeks Melemah, Asing 'Net Buy' Jumbo
-
Tak Hanya Eksploitasi Seksual, Ashari Kiai Cabul Juga Minta Setoran Uang dari Pengikut