Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III bakal minus antara 3 persen hingga 1 persen.
Hal tersebut dikatakan Airlangga saat konferensi pers di Kantor BNPB secara virtual, Selasa (27/10/2020).
"Kita memprediksi di Kuartal III ini yang bentar lagi akan keluar ini rincian antara minus 3 sampai 1," kata Airlangga.
Airlangga mengungapkan bahwa masa kritis kondisi ekonomi Indonesia sudah terlewatkan pada kuartal II yang lalu dimana pada periode tersebut pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 5,32 persen.
"Jadi kalau kita lihat Kuartal II diperkirakan itu kita bottom-nya ada di sana di atas minus 5, kontraksi terdalam," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2020 berada direntang minus 2,9 persen hingga minus 1 persen.
Itu berarti perekonomian nasional dipastikan sudah masuk kedalam jurang resesi karena pada kuartal II kemarin, pertumbuhan ekonomi minus 5,32 persen akibat pandemi virus corona atau Covid-19.
"Kuartal III kita perkirakan pertumbuhan ekonomi pada kisaran minus 2,9 persen hingga minus 1 persen," ucap Sri Mulyani saat konferensi pers APBN Kita secara virtual, Senin (19/10/2020).
Namun kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, kondisi ekonomi pada kuartal III sudah sangat lebih baik dibandingkan dengan kuartal II, hal tersebut terlihat dari beberapa indikator ekonomi yang telah menunjukkan perbaikan.
Baca Juga: OJK Regional 6: Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Masih Tinggi
Hal tersebut sejalan dengan perkiraan lembaga ekonomi dunia yang menyebut kuartal III kondisinya jauh lebih baik.
"Ini artinya beberapa daerah, utamanya negara advance ada pemulihan cepat di kuartal III. Pada bulan lalu kontraksi di semua negara mengalami kontraksi yang sangat dalam," kata Sri Mulyani.
Meski begitu lanjut Sri Mulyani menambahkan kondisi ekonomi dunia bisa saja akan mengalami perubahan jika penyebaran virus Covid-19 semakin meningkat.
"Risiko utama tetap sama apakah Covid-19 bisa dikelola, terutama ancaman second wave dan apakah kesediaan vaksin berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Meski banyak pandangan soal vaksin ini, tapi outlook-nya sudah ada penyediaan vaksin," pungkasnya.
Berita Terkait
-
OJK Regional 6: Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Masih Tinggi
-
Pemerintah Optimistis Ekonomi Segera Pulih dan Kembali Positif
-
Pemerintah Bakal Bebaskan Biaya Sertifikasi Halal Bagi UMKM
-
Prospek Perekonomian Indonesia Kuartal III di Tengah Pandemi
-
Puji Luhut Rajin Bagikan File UU Ciptaker, Airlangga: World Bank sampai...
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Sosok Pemilik Ryanair, Maskapai yang Viral Jendela Copot saat Pesawat Terbang
-
BEI Jawab Isu Dana Asing Banyak Kabur dari Pasar Modal Gara-gara Pidato Prabowo
-
Danantara Baru Mau Jalankan 26 Proyek Hilirisasi Rp225 Triliun
-
Regulasi Nikotin Berpotensi Goyang Industri Hasil Tembakau, Petani Paling Terdampak
-
Demi Rogoh Dividen EXCL, Emiten Sinarmas DSSA Akuisi Saham Pengendalinya Rp4 Triliun
-
Manajer Kopdes Merah Putih Ini Ungkap Sulit Saingi Indomaret, Pendapatan Kalah dari Warung Madura
-
Daftar Saham 'Paling Untung' saat IHSG Menguat Pada Sesi I Hari Ini
-
BPJS Kesehatan Perluas Akses JKN di Wilayah 3T melalui Viola dan BPJS Keliling
-
Kopdes Merah Putih Melawai Baru Raup Rp78 Ribu dalam 6 Bulan, Pengurus Belum Digaji
-
Prabowo Mau 800 BUMN Ditutup Tahun 2026, Bagaimana Nasib Asetnya?